Puasa Bisa Cegah Stres, Ini Penjelasan Pakar Kedokteran Jiwa UGM

Kuntadi, Koran SI · Kamis 30 April 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 65 2207292 puasa-bisa-cegah-stres-ini-penjelasan-pakar-kedokteran-jiwa-ugm-TZyzvN7aH4.jpg Ilustrasi puasa. (Foto: Shutterstock)

YOGYAKARTA – Melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan banyak memiliki manfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Psikiater dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pun memastikan puasa dapat membantu meredakan stres.

"Puasa berpengaruh langsung dalam meredakan stres," tutur Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Ronny Tri Wirasto, Kamis (30/4/2020).

Ia menjelaskan, selama menjalankan ibadah puasa, orang cenderung melakukan pengaturan pola makan dengan lebih baik. Asupan makanan yang seimbang akan memengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur.

Ronny mengungkapkan, banyak studi menunjukkan bahwa mengurangi kadar makan termasuk karbohidrat dan lemak selama beberapa pekan akan meningkatkan kemampuan berpikir.

Universitas Gadjah Mada (UGM). (Foto: Okezone)

Salah satu cara mengenali stress, terang dia, adalah melalui kemampuan berpikir. Orang yang berpikir lebih baik maka emosi lebih terkendali dan menekan stres.

"Yang mengontrol emosi itu salah satunya kemampuan berpikir," ujar Ronny.

Dia melanjutkan, berpuasa juga akan menjaga hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh saat stres. Puasa mampu menstabilkan hormon kortisol yang dihasilkan kelenjar adrenal.

Ketika asupan makanan diatur, tambah Ronny, maka hormon juga akan lebih tenang. Namun ketika stress, hormon corticotropin releasing factor (FCR) akan teraktivasi secara berlebihan yang memengaruhi makrofag sehingga menurunkan imunitas.

"Orang mudah marah biasanya karena hormon kortisolnya meningkat tidak sesuai kebutuhan," ujarnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini