Pandemi Corona, PPDB di Kota Malang Digelar secara Daring

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 30 April 2020 23:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 65 2207558 pandemi-corona-ppdb-di-kota-malang-digelar-secara-daring-uJEAeSr5cK.jpg Rapat koordinasi pelaksanaan PPDB di Kota Malang. (Foto: Istimewa)

KOTA MALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang bersiap melakukan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara daring (online) di tengah pandemi corona virus disease (covid-19) ini. Langkah tersebut diambil setelah dilakukan berbagai rapat dan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

"Sebetulnya sejak 5 tahun terakhir ini Kota Malang selalu melakukan PPDB secara daring. Jadi saya rasa tidak akan masalah buat kami," jelas Wali Kota Malang Sutiaji dalam keterangannya, Kamis (30/4/2020).

Namun, lanjut dia, PPDB kali ini ada perbedaan dibandingkan sebelumnya, yakni kuota jalur prestasi akan lebih besar.

"Untuk kuota siswa berprestasi lebih banyak hingga 30 persen. Ini hampir sama dengan 2018," terang pria kelahiran Lamongan tersebut.

Siswa sekolah. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

Selain itu ada penambahan rombongan belajar menjadi enam dengan kuota sekira 180 siswa.

"Tahun ini kami juga menambah enam rombel baru dengan kuota kurang lebih 180 siswa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan masyarakat. Penambahan rombel tersebut ada di SMP Mulyorejo, SMP Gadang, dan SMP Polehan," papar Sutiaji.

Dengan demikian, tegas dia, tahun ini Kota Malang akan siap menerima peserta didik baru, baik di sekolah negeri maupun swasta.

"Jumlah 14 ribuan keluaran dari sekolah dasar dipastikan dapat diterima seluruhnya di SMP yang ada di Kota Malang," imbuhnya.

Meski secara daring, Sutiaji menegaskan tetap menjalankan aturan yang telah dibuat dan mengedepankan integritas. Apalagi saat ini PPDB 2020-2021 mengakomodasi nilai rapor.

Hal tersebut, jelas dia, membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan yang utama kejujuran dalam menyajikan nilai rapor siswa.

"Jangan sampai karena ingin masuk SMP yang diinginkan atau ingin peserta didiknya mendapatkan SMP negeri, melakukan hal yang tidak baik. Kami minta Disdikbud memerhatikan kemampuan atau prestasi siswa untuk ditempatkan di SMP yang benar benar melaksanakan pembinaan sesuai dengan bakat dan minat anak bersangkutan," terangnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini