nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nadiem Menilai Sektor Pendidikan Akan Alami Perubahan Besar Usai Pandemi Corona

Rani Hardjanti, Okezone · Senin 04 Mei 2020 15:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 04 65 2208968 nadiem-menilai-sektor-pendidikan-akan-alami-perubahan-besar-usai-pandemi-corona-8pgbKgMe0b.jpg Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menilai usai pandemi corona virus disease (covid-19) bakal terjadi banyak perubahan dalam kehidupan di dunia. Kemudian akan muncul normalitas baru.

Dalam skala mikro, ia menyatakan bahwa nilai sebuah keluarga akan semakin meningkat. Selain itu, hal yang menjadi normalitas baru adalah kemampuan untuk bisa beraktivitas dari mana pun.

"Potensi kita untuk bekerja dan menjadi efektif dari mana pun itu menjadi suatu pembelajaran yang sangat baru buat kita," jelas Nadiem.

Dirinya menilai usai pandemi akan terjadi perubahan besar pada dua sektor sosial, yaitu pendidikan dan kesehatan. Peranan teknologi bakal segera mendominasi kedua sektor tersebut.

Walaupun masih tidak ideal dan belum optimal, Nadiem menilai kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh memiliki potensi yang luar biasa untuk memajukan pendidikan nasional.

"Harapannya dengan menggunakan teknologi dan menerapkan digitalisasi dalam pendidikan nasional akan dapat menciptakan perubahan yang berdampak dan tidak dapat diputar balik," paparnya.

Ilustrasi siswa sekolah. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

Namun, Nadiem menilai teknologi secanggih apa pun, inovasi sebesar apa pun, tidak akan pernah menggantikan peran guru sebagai pendidik. Kini guru dan orangtua dituntut membiasakan diri dengan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi ketika siswa harus melakukan belajar dari rumah.

"Konsepnya bukan untuk menggantikan guru, tetapi teknologi itu untuk memperkuat potensi guru," ungkap Nadiem.

Dia melanjutkan, pada akhirnya bagian yang benar-benar melakukan perubahan di lapangan adalah hati nurani seorang penggerak.

"Guru yang datang ke pintu-pintu setiap muridnya itu menunjukkan bahwa di ujungnya itu sebenarnya guru dan tentunya orangtua yang akan membuat perubahan tersebut, dan itu merupakan suatu hal yang sangat menginspirasi. Itu namanya guru penggerak. Mereka itu tanpa disuruh sudah bergerak duluan dan harus kita beri mereka bantuan," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini