354 Mahasiswa UGM Ikuti KKN Daring Penanganan Pandemi Corona

Kuntadi, Koran SI · Kamis 07 Mei 2020 15:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 07 65 2210628 354-mahasiswa-ugm-ikuti-kkn-daring-penanganan-pandemi-corona-e8p2hO8W56.jpg Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). (Foto: Dok Okezone)

YOGYAKARTA – Sebanyak 354 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Peduli Covid-19 secara daring mulai 4 Mei hingga 22 Juni 2020. Mereka disebar ke 16 desa di Kabupaten Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta dengan tema 'Ketahanan Kesehatan'.

"Tidak mungkin mahasiswa ke lapangan dan tinggal di lokasi KKN selama dua bulan. Di tengah pandemi vovid-19, kita ganti sistem daring," terang Direktur Pengabdian Masyarakat UGM Irfan D Prijambada dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Baca juga: Universitas Jember Gelar Seminar Online Libatkan Alumni di 3 Benua 

Ia menyatakan program KKN daring ini sudah dilakukan sejak merebaknya virus corona. Kini telah memasuki periode keenam.

Dalam menjalankan program KKN daring dipandu oleh dosen pembimbing lapangan. Mereka bisa melaksanakan program dari tempat kos atau rumah masing-masing.

Ilustrasi masyarakat mengantisipasi persebaran virus corona. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

Sesuai tema 'Ketahanan Kesehatan', para mahasiswa diminta memberikan edukasi seputar virus corona. Mereka juga harus memberikan pemahaman mengenai penanganan sampai mitigasi covid-19.

"Edukasi sangat diperlukan, karena sekarang banyak informasi hoaks. Warga harus paham upaya pencegahan," ujarnya.

Salah satu praktik pencegahan yang salah adalah melakukan penyemprotan ke tubuh. Hal ini justru berbahaya bagi kesehatan. Mahasiswa harus mampu memberikan edukasi yang benar, termasuk ikut berperang melawan hoaks.

Baca juga: Ventilator Karya Universitas Gunadarma Dirancang untuk Siap Diproduksi Secara Massal 

Peserta KKN daring juga membantu masyarakat desa dalam menyiapkan perekonomian usai pandemi covid-19. Seperti menyiapkan konsep pasar dengan pola jaga jarak. Pasar tidak harus ramai, namun kegiatan tetap berjalan.

"Sebelumnya perwakilan mahasiwa akan datang bertemu camat, kemudian komunikasi secara online, dengan satgas, sekdes. Sesekali mereka akan menengok untuk mengontrol kegiatan di lapangan," pungkasnya.

(han)

1
1
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini