Arab Saudi Tahan Putra Mendiang Raja Abdullah Sejak Maret, Keberadaannya Tidak Diketahui

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 09 Mei 2020 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 18 2211546 arab-saudi-tahan-putra-mendiang-raja-abdullah-sejak-maret-keberadaannya-tidak-diketahui-VTDJv2KIjk.jpg Foto: Reuters.

DUBAI – Organisasi pengawas HAM, Human Rights Watch (HRW) pada Sabtu (9/5/2020) mengatakan bahwa pihak berwenang Arab Saudi baru-baru ini menahan dan menahan incommunicado Pangeran Faisal bin Abdullah, yang berarti dia tidak bisa dan tidak diizinkan berkomunikasi dengan orang lain.

Pangeran Faisal bin Abdullah adalah putra mendiang Raja Abdullah bin Abdulaziz. Dia sebelumnya terjaring dalam operasi anti-korupsi Arab Saudi sebelum dilepaskan pada akhir 2017.

Mengutip sumber yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan, kelompok hak asasi yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) itu mengatakan bahwa Pangeran Faisal bin Abdullah ditahan pasukan keamanan Arab Saudi pada 27 Maret saat mengisolasi diri karena pandemi virus corona di timur laut Ibu Kota Riyadh.

"Sekarang kita harus menambahkan Pangeran Faisal ke daftar ratusan yang ditahan di Arab Saudi tanpa dasar hukum yang jelas," kata Wakil Direktur Timur Tengah di HRW Michael Page sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (9/5/2020).

HRW mengatakan keberadaan atau status Pangeran Faisal tidak diketahui.

"Sumber itu mengatakan bahwa Pangeran Faisal tidak secara terbuka mengkritik pihak berwenang sejak penangkapannya Desember 2017 dan bahwa anggota keluarga khawatir tentang kesehatannya karena ia memiliki kondisi jantung," tambahnya.

Reuters tidak dapat langsung memverifikasi penahanan sang pangeran secara independen. Kantor media pemerintah Saudi tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.

Menurut keterangan beberapa sumber kepada Reuters, sebelumnya pada Maret, pihak berwenang telah menahan saudara Raja Salman, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, dan mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, yang digantikan dalam kudeta istana pada 2017. Keduanya ditempatkan di bawah tahanan rumah

Sumber dengan koneksi kerajaan mengatakan pada saat itu bahwa langkah itu merupakan upaya preemptive untuk memastikan kepatuhan dalam keluarga Al Saud yang berkuasa menjelang penyerahan takhta kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman setelah kematian atau turun takhta Raja Salman bin Abdulaziz.

Tidak jelas apakah penahanan Pangeran Faisal terkait dengan apa yang terjadi pada awal Maret tersebut.

Pihak berwenang Saudi belum mengomentari penahanan itu.

Para kritikus mengatakan kampanye itu adalah bagian dari langkah-langkah Putra Mahkota Mohammed, putra raja dan penguasa de facto kerajaan, untuk mengonsolidasikan cengkeramannya pada kekuasaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini