Anak Ditahan Bersama Ibu di Polsek Manganitu, Ini Klarifikasi Polisi

Tim Okezone, Okezone · Minggu 10 Mei 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 340 2211787 anak-ditahan-bersama-ibu-di-polsek-manganitu-ini-klarifikasi-polisi-nyVvKHbBxn.jpg (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo mengklarifikasi pemberitaan soal penahanan seorang ibu bersama anaknya di Polsek Manganitu Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Kapolres langsung menginterogasi anggota piket jaga untuk mengkonfirmasi informasi yang beredar.

Didapatkan keterangan bahwa anggota Polsek Mangnitu Sangihe sudah melarang ibu berinisial FTN tesebut untuk membawa anaknya ke dalam sel. Namun atas dasar kemanusiaan dan permintaan tersangka, anak tersebut diizinkan menemani ibunya di dalam sel.

“Keterangan anggota piket, tidak ada pilihan lain disebabkan Ibu tersebut terus memohon, dan pada pagi hari anak tersebut dijemput oleh adik tersangka. Sebelum anak tersebut dijemput, difoto dan diupload di medsos karena disuruh oleh seseorang dengan harapan kasus tersebut bisa ditangguhkan” ujar Tony, dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (10/5/2020).

Baca juga: Anak Menginap Bersama Ibu yang Ditahan di Polsek Manganitu Sangihe

Tony menjelaskan, FTN tersangkut kasus penambangan emas tanpa izin (PETI) dan disangkakan dengan Pasal 158 UU RI No. 4 Tahun 2009 juncto Pasal 55 Ayat (1), Pasal 56 Ayat (2) KUHP.

“Adapun status ibu tersebut sudah kami tetapkan sebagai tersangka karena ibu tersebut terbukti sebagai pemilik lahan dan sengaja memberi kesempatan para penambang untuk beraktivitas,” ujar Tony.

Tony menegaskan bahwa isu yang berkembang di medsos bahwa polisi menahan FTN dengan anaknya yang masih berumur 2 tahun tidak benar.

“Informasi itu tidak benar karena tidak sesuai dengan fakta yang ada,” tegasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini