Menderita 15 Tusukan, Remaja Asal Lebak Dapat Perhatian Pemda

Yaomi Suhayatmi, · Senin 11 Mei 2020 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 340 2212027 menderita-15-tusukan-remaja-asal-lebak-dapat-perhatian-pemda-eHLogqPMlY.jpg Remaja berinisial ES asal Kabupaten Lebak menjadi korban penusukan di Jakarta. (Foto: Yaomi Suhatyami/Okezone)

PERHATIAN Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui Dinas Sosial ditunjukkan kepada ES, remaja berusia 18 tahun yang ditemukan bersimbah darah di sebuah hotel di Tamansari, Jakarta Barat. Hari Minggu 10 Mei 2020, jajaran Dinas Sosial mengirim tim relawannya untuk menjenguk ES yang menderita 15 luka tusukan di tubuhnya tersebut.

"Masih lemah secara fisik dan batin. Korban mengalami trauma berat dan mengalami perubahan perilaku," kata Nina Suparti Maliyana, tenaga sukarelawan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Hasanah Perwira yang merupakan mitra Dinas Sosial Kapubaten Lebak, kepada Okezone, Minggu 10 Mei 2020.

Menurut pengakuan ES, ia menjadi korban kekerasan oleh teman prianya karena menolak berhubungan intim. "Diajak berhubungan intim, korban tidak mau dan akhirnya ditusuk, 15 tusukan, dada, leher, leher belakang," jelasnya.

Dalam kunjungannya, Nina dan rombongan menyerahkan bantuan berupa sembako dan dana bantuan pemerintah. "Bantuan yang kita bawa berupa sembako. Beras 1 karung, mi instan, ikan kemasan kaleng, SKM, minyak, kecap, dan juga bantuan berupa BPJS, PKH BPMT," jelasnya.

Selain Nina, hadir dalam kesempatan itu Peksos Kemensos RI, Asep Badrudin, Aldi Maulana, Nurhayati TKSK Kecamatan Muncang Muhamad Saripudin, Kasi Ekbang Desa Sukanagara, Ubah.

Kunjungan tersebut sejalan dengan instruksi dari Wakil Bupati Lebak H Ade Sumardi kepada Dinas Sosial untuk turun langsung melihat kondisi ES.

"Prihatin merasa sedih ada warga kita apa kena tusuk di Jakarta. Berdasarkan laporan, anak ini dari keluarga kurang mampu. Kami menugaskan Dinas Sosial memberikan bantuan dan melihat ke sana untuk turun ke lokasi," tutur Wabup prihatin.

Ilustrasi korban penusukan. (Foto: Shutterstock)

Bantuan dari pemerintah daerah disambut hangat keluarga dan juga kepala desa tempat tinggal ES yang selama ini turut mendampingi.

"Kasihan untuk buka jahitan kan juga butuh biaya. Ya kalau mengenai kondisi orangtuanya memang saya juga enggak bisa ngomong apa-apa, susah ya keadaannya.Terima kasih untuk perhatian dari pemerintah," kata pria yang biasa disapa Jaro ini.

ES sudah dua tahun bekerja di Jakarta, diajak salah satu temannya untuk menjadi asisten rumah tangga (ART). Niatnya waktu itu tentu saja untuk membantu kehidupan ekonomi keluarganya yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

"Anak ini lulus SD enggak lanjut. Dia cari kerja buat bantuin orangtua, tapi ternyata begini keadaannya. Semoga dengan kejadian ini masyarakat bisa ambil pelajaran, jangan sampai terulang lagi," tutur Jaro.

Tidak hanya ES, mengadu nasib ke Jakarta memang banyak dilakukan warga Kecamatan Muncang yang 90 persen bermata pencarian petani dan buruh tani. Padahal, selama ini pihak pemerintah seperti disampaikan Camat Muncang Lingga Segara telah memberikan edukasi dan juga pelatihan keterampilan.

"Sebenarnya kami dari pemerintah sudah menyelenggarakan beberapa program pembinaan dan pelatihan untuk remaja, tapi memang tren anak-anak masa kini memilih cari kerja pulang bawa uang untuk membaut bangga orangtua," jelas Lingga.

Ia pun berharap apa yang menimpa ES bisa menjadi pelajaran berharga bagi warganya dan tidak terulang di kemudian hari.

Sementara pelaku penganiayaan terhadap ES telah dibekuk Unit Reskrim Polsek Taman Sari, Jakarta Barat, pada Kamis 7 Mei.

"Pelaku sudah ditangkap di kediamannya di bilangan Jakarta Pusat. Motifnya pelaku telah berniat melukai korban karena sakit hati atas ucapan korban," jelas Kanitserse Polsek Taman Sari AKP Dicky Ferttofan.

Pelaku MN yang sempat melakukan perlawanan saat ditangkap sehingga dilumpuhkan aparat dengan timah panas itu pun dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP dan Pasal 365 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan dan Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya seumur hidup maksimal hukuman mati.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak mengapresiasi tindakan jajaran Polsek Taman Sari yang bergerak cepat membekuk pelaku.

"Kami sangat prihatin, semoga mental dan fisik ES segera normal kembali. Sedangkan untuk pelaku, kita dorong supremasi hukum bisa ditegakkan karena itu merupakan tindakan kriminal," tegas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darma.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini