SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuktikan bisa memiliki data perantau yang masih bertahan di Jakarta. Tak heran, bila Ganjar dengan keras meminta Sekda Blora mundur dari jabatannya karena tak paham jumlah warganya yang menjadi perantau.
“Hasil verifikasi kami terakhir sekitar 26.000 dari sekitar 60.000 lebih, data yang masuk ke kami,” kata Ganjar, Senin (11/5/2020).
Menurutnya, pengurangan data jumlah perantau itu karena ada warga yang sudah pulang kampung. Meski demikian, pendataan akan terus dilakukan melalui Badan Penghubung Jateng yang ada di Jakarta agar penyaluran bantuan bisa menjangkau lebih banyak warga.
“Namun kami minta ini tidak ditutup dulu datanya, karena masih banyak yang ingin menyumbang," jelasnya.

Dia menyampaikan, telah menyiapkan bantuan ke Jakarta untuk membantu warga Jateng yang tidak bisa pulang. Terlebih, Pemprov DKI Jakarta yang pernah menjanjikan memberikan bantuan untuk perantauan Jateng, namun hingga sekarang bantuan tak kunjung datang.
"Ini sekarang kami sedang menyiapkan dengan PT Pos. Mudah-mudahan tidak lama segera kelar. Tinggal hitungan teknis dan pembiayaannya (biaya pengiriman)," lugas Ganjar.
Ganjar menerangkan, anggaran untuk bantuan warga Jateng yang ada di Jabodetabek sudah disiapkan. Mekanisme penyaluran bantuan juga sudah dibicarakan.
"Saya minta cepat, mudah-mudahan pekan depan sudah bisa dikirim ke sana," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.