nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Besar UB Sebut PSBB Membuat Langit Kembali Berwarna Biru

Avirista Midaada, Okezone · Senin 11 Mei 2020 10:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 11 65 2212115 guru-besar-ub-sebut-psbb-membuat-langit-kembali-berwarna-biru-SMwJqbqZN7.jpg Ilustrasi kualitas udara bersih. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

MALANG – Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mencegah persebaran corona virus disease (covid-19) dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas udara dan lingkungan.

Guru Besar Bidang Biologi Tanah dan Ekologi Perakaran Universitas Brawijaya (UB) Profesor Dr Ir Kurniatun Hairiah mengungkapkan, berdasarkan penelitian PSBB yang telah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya DKI Jakarta, bisa meningkatkan kualitas udara.

Baca juga: Pasien Corona di Jatim yang Sembuh Lebih Banyak Dibandingkan Meninggal 

"Efek PSBB ini membuat langit di beberapa daerah di Indonesia kembali berwarna biru. Hal ini tentunya karena pada umumnya pandemi covid-19 banyak terjadi di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi," jelas Kurniatun dalam keterangannya, Senin (11/5/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari WHO, pengurangan jumlah lalu lintas kendaraan bermotor di beberapa wilayah negara, seperti di Kota Wuhan, China, yang menerapkan lockdown, bisa menurunkan konsentrasi NO2 secara signifikan.

Universitas Brawijaya. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

"Berdasarkan peta satelit, efeknya bisa dilihat pada perbedaan warna langit pada Januari dan Februari. Jika pada Januari warna langit berwarna oranye atau merah, maka Februari warna langit sudah menjadi biru," terangnya.

Hal positif ini, lanjut dia, bisa juga terjadi di Jawa Timur jika semua pihak mematuhi PSBB. "Tentu ada efeknya, asalkan ada kedisiplinan dalam mematuhinya (PSBB) dan tinggal di rumah masing - masing," imbuhnya.

Baca juga: Khofifah Minta 168 Orang Reaktif Hasil Rapid Test di Bojonegoro untuk Diobservasi 

Namun, dirinya mengakui satu sisi kebijakan PSBB guna memutus covid-19 memang menyebabkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi.

"PSBB di beberapa daerah menyebabkan terjadinya pengangguran besar-besaran di kota. Sedangkan di desa masyarakat biasanya bisa survive meskipun produksi pertanian menurun dengan mencari pekerjaan di kota. Namun saat ini di kota juga terkena pembatasan sosial, mereka semakin tertekan," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini