UI Kembangkan Alat Pendeteksi Pneunomia Akibat Covid-19 Berbasis Kecerdasan Buatan

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Jum'at 15 Mei 2020 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 65 2214390 ui-kembangkan-alat-pendeteksi-pneunomia-akibat-covid-19-berbasis-kecerdasan-buatan-pfd5TbRjlL.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Universitas Indonesia mengembangkan alat bantu prediksi kasus pneumonia akibat virus corona (Covid-19) dengan menggunakan program berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) deep-learning. Alat tersebut dinamakan DSS-CovIDNet.

Pengembangan alat tersebut dilakukan Kelompok Bidang Ilmu (KBI) Fisika Medis & Biofisika dan KBI Instrumentasi Fisika- Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI (FMIPA UI). Program tersebut dirancang oleh tim mahasiswa S2 serta alumni dari Departemen Fisika FMIPA UI yang tergabung dalam tim riset AIRA (artificial intelligence for radiological applications) di bawah arahan Prof Dr Djarwani S Soejoko dan Prawito.

DSS-CovIDNet menggunakan konsep convolutional neural network (CNN) untuk melakukan klasifikasi dari citra roentgen dada ke dalam 3 kelompok, yaitu pneumonia Covid-19, pneumonia non-Covid-19, dan paru normal dengan akurasi mencapai 98,44%.

“Adanya DSS-CovIDNet diharapkan mampu berkontribusi menambah keyakinan diagnosis dan mengurangi beban dokter spesialis radiologi dengan tingginya workload terkait diagnosis dan pemantauan kasus COVID-19,” kata Koordinator Tim AIRA, Lukmanda Evan Lubis, dalam keterangan tertulis yang diterima Kepala Biro Humas dan KIP UI, Amelita Lusia, Jumat (15/5/2020).

Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Prof Abdul Haris menambahkan, tingkat akurasi yang tinggi membuat alat ini unggul. Akses data juga, lanjut dia, dibuka dengan harapan memudahkan para peneliti untuk turut menyempurnakan program ini.

“Penelitian berkenaan dengan deteksi pneumonia tidak hanya dilakukan satu kelompok penelitian ini, melainkan ada tiga tim peneliti interdisipliner lainnya di UI untuk mendeteksi pneumonia Covid-19 menggunakan Artificial Intelligence (AI) berdasarkan data radiologis,” katanya.

Abdul Haris menyebut, para peneliti tersebut adalah Tim Peneliti Fakultas Kedokteran UI yang bekerja sama dengan DELFT Imaging CAD4COVID di bawah arahan Eric Daniel Tendadan Benny Zulkarnaien.

Terdapat pula kelompok peneliti FKUI lainnya di bawah arahan Cleopas Martin Rumende dan Telly Kamelia untuk mengembangkan algoritma deteksi. “Berikutnya, tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer UI (Fasilkom UI) yang dipimpin Mirna Adriani, Dina Chahyati yang bekerja sama dengan tim dari AI Center Fasilkom UI,” ujarnya.

Deskripsi mengenai metode dan hasil sementara menggunakan dataset opensource dapat diunduh di https://arxiv.org/abs/2005.04562, sementara proses validasi dengan menggunakan data pasien anonim Indonesia telah diinisiasi melalui kerja sama dengan staf Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran UI (FKUI), tim Unit Radiologi Rumah Sakit UI (RSUI), dan Instalasi Radiologi RSUD Cibinong.

Pembuatan program didukung penuh FMIPA UI dan dapat diakses untuk uji coba pada http://sci.ui.ac.id/detectcovid/ dengan menggunakan access key yang dapat diminta secara gratis via email ke aira.medphy.ui@gmail.com. Pengguna dibatasi pada tenaga medis dan kesehatan di bidang radiologi.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini