nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nadiem Makarim Ungkap Hikmah Positif Belajar dari Rumah saat Pandemi Covid-19

Pernita Hestin Untari, Okezone · Jum'at 15 Mei 2020 16:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 15 65 2214687 nadiem-makarim-ungkap-hikmah-positif-belajar-dari-rumah-saat-pandemi-covid-19-3IZDQVKfrL.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA- Masa pandemi virus corona (Covid-19) mengharusnya siswa di Indonesia untuk belajar dari rumah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan ada beberapa hikmah positif yang dapat diambil dimasa tersebut. Menurutnya empati dan pemahaman orang tua terhadap peran guru meningkat. Di sisi lain, guru juga semakin menyadari betapa pentingnya peran orang tua dalam pendidikan.

"Dimana orang tua merupakan mitra penting dalam kesuksesan pendidikan seorang siswa," ujar kata Nadiem dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2020).

Tidak hanya sampai disitu menurutnya semua pihak dapat melihat masifnya penggunaan teknologi untuk pembelajaran oleh para guru, siswa, dan orang tua.

"Meski didorong keterpaksaan karena kebijakan belajar dan mengajar dari rumah, tetapi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas adaptasi kepada teknologi, serta penyediaan infrastruktur yang mendukungnya seperti jaringan internet dan listrik," lanjut Nadiem.

Nadiem juga mengakui bahwa penerapan belajar dari rumah memang tidak mudah untuk beberapa daerah. Seperti diketahui,

Indonesia memiliki sistem pendidikan terbesar keempat di dunia dengan populasi 45,3 juta siswa dan 2,7 juta guru. Hal tersebut membuat upaya penanganan dampak Covid-19 di dunia pendidikan menjadi tidak mudah dan tidak mungkin diseragamkan.

Nadiem mengatakan pihaknya terus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah serta berbagai pihak untuk memastikan masa transisi pembelajaran di sekolah menjadi belajar dari rumah dapat berjalan sebaik mungkin.

"Meskipun terlihat di banyak daerah masih berjuang dalam mengadopsi penggunaan teknologi (untuk pembelajaran), banyaknya orang yang dipaksa untuk bereksperimen dan mencoba untuk pertama kalinya, pada akhirnya hal ini mempercepat proses pengadopsian teknologi ke depannya," ujar Nadiem.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini