Ditembak 2 Kali, Bayi Ini Selamat Dalam Serangan ke RS Bersalin di Afghanistan

Rachmat Fahzry, Okezone · Sabtu 16 Mei 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 18 2215070 ditembak-2-kali-bayi-ini-selamat-dalam-serangan-ke-rs-bersalin-di-afghanistan-2ySyLdi5Yt.jpg Petugas membawa bayi korban serangan di RS bersalin di Afghanistan. (Foto/Twitter)

KABUL - Seorang bayi yang ditembak dua kali di kakinya dalam serangan ke ruma sakit bersalin di Kabul, Afghanistan yang menewaskan 24 orang termasuk ibu, perawat dan bayi yang baru lahir.

Tiga pria bersenjata, yang dicurigai sebagai anggota kelompok teror ISIS, memasuki gedung rumah sakit dengan berpakaian seperti petugas polisi. Mereka melemparkan granat dan melepaskan tembakan dengan senapan pada Selasa, 12 Mei.

Para penyerang kemudian ditembak mati. Namun salah satu bayi yang baru lahir tiga jam sebelum serangan, selamat setelah dokter mengoperasi kaki kanannya yang hancur ditembak pelaku, lapor Times via Daily Mail, Sabtu (16/5/2020).

Salah satu bayi yang selama diberi nama Nazia, tapi ibunya meninggal dalam serangan brutal tersebut.

"Kami mengobati luka patah tulang Nazia, jadi dia akan bisa berjalan ketika dia dewasa," kata Dr Noor ul-Haq Yousafzai, seorang direktur di rumah sakit Kabul.

“Tetapi bayi yang baru lahir, yang baru berusia tiga jam, ditembak dua kali. Semua orang kaget. Ini tidak manusiawi,” ujarnya.

Foto/Daily Mail

Laporan lainnya menyebutkan, seorang ibu melahirkan saat bersembunyi di sebuah ruangan bersama wanita hamil lainnya dan seorang bidan. Saat itu pembantaian berlangsung di sekitar mereka. 

"Sang ibu kesakitan tetapi dia berusaha untuk tidak membuat suara," kata bidan.

"Dia bahkan memasukkan jarinya ke mulut bayi yang baru lahir untuk menghentikannya menangis," kata wanita itu kepada AFP melalui telepon.

Serangan di Rumah Sakit Nasional Barchi telah memicu kemarahan internasional.

Ada 26 ibu di rumah sakit pada pria bersenjata pagi yang menyamar ketika anggota pasukan keamanan Afghanistan masuk, kata badan amal Doctors Without Borders, yang mengelola RS bersalin.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini