Buron Lebih dari Seperempat Abad, Donatur Genosida Rwanda Akhirnya Ditangkap di Paris

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 18 Mei 2020 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 18 2215672 buron-lebih-dari-seperempat-abad-donatur-genosida-rwanda-akhirnya-ditangkap-di-paris-2a0LfI9t21.jpg Felicien Kabuga. (Foto: EPA)

PARIS - Félicien Kabuga, salah satu tersangka paling dicari dari genosida Rwanda, telah ditangkap di dekat Paris, demikian diumumkan Kementerian Kehakiman Prancis.

Kabuga ditahan dalam serangan fajar di Asnières-sur-Seine, di mana ia hidup di bawah identitas palsu.

"Penangkapan Félicien Kabuga hari ini adalah pengingat bahwa mereka yang bertanggung jawab atas genosida dapat diperhitungkan, bahkan 26 tahun setelah kejahatan mereka," kata Pimpinan Jaksa Penuntut Mekanisme Residual Internasional untuk Pengadilan Kriminal (IRMCT) di Den Haag, Serge Brammertz dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC.

"Untuk keadilan internasional, penangkapan Kabuga menunjukkan bahwa kita dapat berhasil ketika kita mendapat dukungan komunitas internasional," tambahnya.

Pengadilan Pidana Internasional untuk Rwanda telah mendakwa Kabuga 84 tahun penjara atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kabuga adalah seorang pengusaha dari kelompok etnis Hutu dituduh sebagai salah satu pemodal utama genosida Rwanda dan membayar milisi yang melakukan pembantaian terhadap 800.000 orang anggota komunitas minoritas Tutsi dan lawan-lawan politiknya pada 1994.

Dia juga mendirikan dan mendanai Radio Télévision Libre des Mille Collines (RTLM), stasiun penyiar Rwanda yang secara aktif mendorong orang untuk mencari dan membunuh siapa saja yang berasal dari kelompok etnis Tutsi.

Amerika Serikat telah menawarkan hadiah USD5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Kabuga.

Fakta bahwa ia ditemukan di pinggiran Kota Paris yang hidup dengan nama palsu adalah sesuatu yang mengejutkan.

Selama bertahun-tahun, Félicien Kabuga diduga tinggal di Kenya, di mana politisi yang kuat dituduh menggagalkan upaya untuk membuatnya ditangkap.

Lebih dari seperempat abad setelah genosida Rwanda, ia akhirnya akan diadili di pengadilan internasional.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini