Kehabisan Bir, Banyak Warga Meksiko Tewas karena Konsumsi Alkohol Oplosan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 18 Mei 2020 12:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 18 18 2215814 kehabisan-bir-banyak-warga-meksiko-tewas-karena-konsumsi-alkohol-oplosan-PJmNAPUb7y.jpg Foto: AFP.

MEXICO CITY – Pihak berwenang mengungkapkan sejumlah warga Meksiko sekarat setelah mengonsumsi minuman keras oplosan, karena kurangnya minuman beralkohol arus utama selama pandemi virus corona.

Kematian pertama dari sedikitnya 138 korban tewas dalam beberapa pekan terakhir terjadi pada akhir April di Negara Bagian Jalisco barat, sebulan setelah pemerintah mengumumkan darurat kesehatan terkait penyebaran COVID-19.

Sebagian besar wilayah Meksiko kehabisan bir setelah pabrik-pabrik ditutup bersama dengan perusahaan non-esensial lainnya dalam pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona. Menurut sumber dari industri tersebut, stok bir habis dalam waktu sebulan, dan di beberapa daerah harga dari apa yang tersisa berlipat ganda.

Banyak dari 53 kematian di Provinsi Puebla pusat telah dikaitkan dengan upacara duka di mana orang-orang mengonsumsi minuman keras yang mengandung metanol. Dalam dosis yang tidak mematikan, metanol dapat menyebabkan kebutaan dan kerusakan hati.

Menurut pihak berwenang, 23 orang tewas dalam beberapa jam setelah pertemuan di Kota Chiconcuautla.

Wali kota Chiconcuautla mengatakan minuman "refino" yang populer, yang terbuat dari tebu, telah dipalsukan.

German Hernandez mengatakan ayahnya meninggal setelah diracuni oleh minuman yang dikenal secara lokal sebagai "tejon" - campuran brendi dengan buah tejocote (sejenis hawthorn), di Kota Cacaloxuchitl, Negara Bagian Puebla.

"Mereka menjualnya di toko-toko, dan Anda dapat membelinya dan mengambilnya. Ayah saya mulai gemetar dan merasa lemah. Dia memberi tahu kami bahwa dia merasa tidak enak, dan kami membawanya ke rumah sakit," kata Hernandez kepada AFP.

"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya."

Kematian juga telah dicatat di negara bagian tengah Morelos, dan Yucatan dan Veracruz di timur.

Keterlibatan Mafia 

Geng-geng yang berspesialisasi dalam minuman keras bajakan berusaha memanfaatkan kekurangan sumber alkohol alternatif selama penutupan.

"Mereka biasanya memiliki mafia yang sangat terstruktur dengan baik, dan beberapa lolos dari pengawasan pihak berwenang," Ricardo Cardenas dari Komisi Federal untuk Perlindungan terhadap Risiko Sanitasi mengatakan kepada AFP.

"Kami menganggap bahwa, sebagai akibat dari kekurangan dan permintaan ini menjadi sangat tinggi, beberapa orang menawarkan atau mencoba untuk menjual metanol daripada etil alkohol," kata Denis de Santiago, kepala Risiko Sanitasi di Jalisco.

Metanol digunakan dalam bahan bakar, pelarut dan antibeku.

Produsen bir terbesar di Meksiko, Grupo Modelo, yang membuat bir Corona populer, dan Heineken, yang membuat Sol, menghentikan produksinya pada awal April.

Penjualan alkohol telah dilarang di beberapa negara bagian, termasuk Yucatan. Di tempat lain, minuman beralkohol hanya dapat dibeli pada waktu-waktu tertentu.

Beberapa perusahaan minuman telah beralih memproduksi gel antibakteri yang mereka sumbangkan kepada pemerintah federal dan petugas kesehatan.

'Siapa sangka?'

Di Yucatan, di mana 38 orang telah meninggal sejauh ini, para korban tanpa sadar minum metanol dalam "pajaretes" mereka yang biasa - koktail umum yang mencakup susu, kopi, vanila, dan alkohol tebu bermerek.

Humberto Macias, (36) mengatakan ia melihat tiga kerabatnya mati dalam beberapa hari setelah minum koktail pajarete, yang dibuat menggunakan merek alkohol yang terpercaya.

"Kami selalu meminumnya, termasuk diriku sendiri, banyak orang. Siapa yang mengira itu seperti ini?" Kata Macias.

Di kota semenanjung Yucatan, Acanceh, tujuh orang telah meninggal karena keracunan alkohol.

"Ini pertama kalinya saya mendengar kasus seperti ini. Saya tidak ingat hal serupa," kata Wali Kota Acanceh, Felipe Medina kepada AFP.

Di Veracruz, Morelos dan Yucatan, simpatisan masih berusaha menentukan minuman apa yang dikonsumsi para korban.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini