Dua Presiden Afghanistan yang Bersaing Sepakati Perjanjian Pembagian Kekuasaan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 18 Mei 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 18 2215843 dua-presiden-afghanistan-yang-bersaing-sepakati-perjanjian-pembagian-kekuasaan-Pct0n4QPcW.jpg Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (kiri) dan saingannya Abdullah Abdullah (kanan). (Foto: BBC)

KABUL - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan saingannya Abdullah Abdullah telah menandatangani kesepakatan pembagian kekuasaan, yang mengakhiri berbulan-bulan ketidakpastian politik di negara Asia Selatan itu.

Ghani akan tetap menjabat sebagai presiden sementara kedua tokoh politik itu akan memilih jumlah menteri yang sama.

Dr Abdullah akan memimpin perundingan damai dengan Taliban, jika kelompok militan itu melanjutkan upaya damainya.

Kesepakatan yang dicapai di Ibu Kota Kabul pada Minggu (17/5/2020) itu diharapkan akan membantu menjaga keseimbangan kekuasaan yang ada sebelum pemilihan presiden yang disengketakan tahun lalu. disengketakan.

Ghani dan Dr Abdullah - yang sama-sama mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden pada September 2019. Keduanya bahkan menggelar upacara pelantikan tandingan.

Komisi pemilihan Afghanistan mengatakan, petahana Ashraf Ghani menang tipis dalam pemungutan suara, tetapi Abdullah menuduh hasilnya curang.

Dr Abdullah, seorang mantan ahli bedah mata, mengatakan bahwa perjanjian itu akan membantu membentuk "administrasi yang lebih inklusif, akuntabel, dan kompeten".

"Kita sekarang harus bersatu sebagai bangsa, berusaha mencari solusi yang praktis," tulisnya dalam cuitan yang dilansir BBC, Senin (18/5/2020).

Juru bicara Presiden Ghani, Sediq Sediqqi mengatakan rincian tentang posisi yang dipegang oleh anggota tim Dr Abdullah akan diungkapkan kemudian.

Kesepakatan itu terjadi beberapa hari setelah serangan gerilyawan terhadap bangsal bersalin di ibu kota, Kabul, menewaskan 24 orang. Para ibu, bayi baru lahir dan perawat termasuk di antara korban.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini