Raja Malaysia Minta Anggota Parlemen Tidak Membuat Krisis Politik Lagi

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 18 Mei 2020 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 18 2215907 raja-malaysia-minta-anggota-parlemen-tidak-membuat-krisis-politik-lagi-qAVMclvtVz.jpg Raja Abdulla Riayatuddin. (Foto/Bernama)

KUALA LUMPUR - Raja Malaysia meminta kepada anggota parlemen untuk tidak menciptakan krisis politik lagi.

"Saya menyarankan agar tidak menyeret negara ini lagi ke dalam krisis politik lain saat masyarakat menghadapi kesulitan dan masa depan yang tidak selama pandemi Covid-19," kata Raja Abdullah Ri'ayatuddin mengutip Strait Times, Senin (14/5/2020).

"Karena alasan inilah pemerintah saya memutuskan untuk membuat Parlemen duduk selama satu hari dengan pidato saya sebagai satu-satunya agenda," tambahnya.

Parlemen Malaysia akan menggelar sidang untuk pertama kalinya yang dipimpin Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Senin, 18 Mei.

Raja, dalam pidatonya, juga menjelaskan keputusannya untuk menunjuk Muhyiddin sebagai Perdana Menteri setelah Tun Dr Mahathir mengundurkan diri pada Februari.

“Bentang politik terguncang karena pengunduran diri perdana menteri [Mahathir]. Saya mengatakan kepadanya untuk tidak mengundurkan diri tetapi dia tegas dengan keputusannya. Saya sedih tetapi saya harus menghormati keputusannya. Jadi saya bertanggung jawab untuk menunjuk PM baru,” kata Raja Abdullah.

“Krisis politik tidak bisa dibiarkan berlanjut tanpa akhir. Setelah proses yang sejalan sesuai konstitusi, saya menganggap Tan Sri Muhyiddin Yassin mendapat suara mayoritas di antara anggota Dewan Rakyat,” kata Raja Abdullah.

Muhyiddin dilantik sebagai perdana menteri pada 1 Maret setelah dia memimpin lebih dari 40 anggota parlemen untuk meninggalkan koalisi Pakatan Harapan (PH) pada bulan Februari.

Mosi tidak percaya

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad berusaha mengajukan mosi tidak percaya kepada Muhyiddin Yassin di parlemen.

Mengutip The Star, Jumat (8/5/2020) Mahathir menulis surat kepada Ketua Parlemen Mohamad Ariff Md Yusof untuk meminta izin agar mosi dan resolusi dibacakan pada pembukaan parlemen 18 Mei.

Surat tertanggal 4 Mei mengusulkan mengajukan resolusi untuk memutuskan bahwa perdana menteri Malaysia saat ini Muhyiddin Yasin tidak mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen.

Mahathir Mohamad merilis daftar 114 anggota parlemen yang mendukungnya untuk diangkat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Mahathir mengatakan dia telah menyiapkan surat untuk menjelaskan posisinya kepada Raya Malaysia Yang Dipertuan Agong.

Menurut Free Malaysia Today, syarat menjadi PM Malaysia yakni mendapatkan suara 112 dari 222 anggota Parlemen.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini