Bangunkan Sahur, 2 Remaja di Pontianak Kena Ketapel Berpeluru Gotri

Ade Putra, Okezone · Senin 18 Mei 2020 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 340 2215729 bangunkan-sahur-2-remaja-di-pontianak-kena-katapel-berpeluru-gotri-y651SLl348.jpg (Foto: Okezone.com/Ade Putra)

PONTIANAK – Dua remaja di Kota Pontianak, Kalimantan Barat berinisial DF dan AW, mengalami luka setelah terkena tembakan dari ketapel berpeluru besi bulat atau gotri, Minggu (17/5/2020) pukul 02.10 WIB.

Kedua remaja asal Kecamatan Pontianak Utara itu menjadi korban ulah iseng pria berinisial MR (35), warga Jalan Selat Sumba. Saat itu, kedua korban sedang berkeliling membangunkan sahur bersama rekan-rekannya di Jalan Gusti Situt Mahmud, Kelurahan Siantan Tengah.

Puluhan warga yang emosi mendatangi rumah MR. Kepolisian pun yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin menerangkan, kejadian berawal ketika MR akan beristirahat. Kemudian mendengar anak-anak berkumpul membunyikan musik sebagaimana yang biasa dilakukan remaja saat membangunkan warga untuk sahur.

“Pelaku merasa atau iseng melihat keluar. Kemudian mengambil alat ketapel lalu melontarkan (menembak) sebanyak tiga kali dan mengenai anak-anak,” jelasnya.

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka ringan, namun tidak perlu mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan karena tak ada luka serius yang dialami.

Baca juga: Hasil Swab 86 Tenaga Kesehatan di Bengkulu Negatif Covid-19

"Sementara pelaku sudah diamankan tak lama pasca-kejadian itu dan masih dalam proses penyelidikan," tuturnya.

Dari hasil pengembangan, MR mengaku membeli ketapel secara daring dengan harga Rp200 ribu pada April lalu. Aksi serupa sebelumnya juga pernah dilakukan MR dan mengakibatkan dua kaca mobil pecah.

Ketapel.

Atas kejadian ini, Komarudin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan informasi yang menyesatkan, bahwa kedua anak tersebut ditembak menggunakan senjata api atau sejenisnya.

“Kami luruskan bukan penembakan menggunakan senjata. Tetapi menggunakan ketapel yang dimiliki oleh pelaku dengan peluru yang terbuat dari gotri,” tegasnya.

Dia juga mengajak masyarakat lebih bijak menyikapi permasalahan itu. Terutama terhadap isu-isu yang berkembang. Dia juga meminta masyarakat mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian, untuk memperoses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Sebagaimana yang beredar, ada foto luka tembak dan sebagainya di lokasi lain. Kejadiannya sudah lama bukan di Kota Pontianak. Kami mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan ulah orang-orang yang coba memperkeruh suasana dengan dengan pemberitaan-pemberitaan bohong dan dikembangkan sedemikian rupa, sehingga masyarakat terpancing,” imbaunya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini