Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

60 Juta Orang Terancam "Kemiskinan Esktrem" Akibat Pandemi COVID-19

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2020 |12:00 WIB
60 Juta Orang Terancam
Foto: Getty Images.
A
A
A

HINGGA 60 juta orang di dunia terancam jatuh dalam "kemiskinan ekstrem" akibat pandemi global virus corona, demikian diperingatkan Presiden Bank Dunia, David Malpass pada Selasa (19/5/2020).

Malpass mengatakan Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global menyusut 5% tahun ini karena negara-negara berurusan dengan pandemi Covid-19. Pandemi ini telah menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan dan bisnis mereka gagal, dengan negara-negara miskin merasakan beban terbesar.

(Baca Juga: Dilantik Jokowi, Yudo Margono Resmi Jabat KSAL dan Fadjar Prasetyo KSAU)

"Jutaan mata pencaharian telah hancur dan sistem perawatan kesehatan di bawah tekanan di seluruh dunia," kata Malpass sebagaimana dilansir BBC, Rabu (20/5/2020).

"Perkiraan kami adalah bahwa hingga 60 juta orang akan didorong ke dalam kemiskinan ekstrem - yang menghapus semua kemajuan dalam pengentasan kemiskinan dalam tiga tahun terakhir," lanjutnya.

Bank Dunia mendefinisikan "kemiskinan ekstrem" sebagai hidup dengan kurang dari USD1,90 (sekira Rp28.000) per orang per hari.

Badan pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu menawarkan USD160 miliar dalam bentuk hibah dan pinjaman berbunga rendah untuk membantu negara-negara miskin mengatasi krisis. Malpass mengatakan bahwa 100 negara, rumah bagi 70% dari populasi dunia, telah diberikan dana darurat.

"Meski Bank Dunia menyediakan sumber daya yang cukup besar, itu tidak akan cukup," tambahnya.

Malpass juga mengatakan bahwa dia juga frustrasi dengan pemberi pinjaman komersial yang lamban menawarkan bantuan utang kepada negara-negara miskin.

"Saya agak frustrasi dengan lambatnya langkah. Kreditor komersial masih, pada umumnya, menerima pembayaran dari negara-negara termiskin dan perlu ada pergerakan yang lebih cepat."

Bank Dunia bekerja dengan Dana Moneter Internasional (IMF) pada suatu skema untuk memungkinkan negara-negara miskin untuk meminta keringanan hutang atas pembayaran pinjaman kepada anggota G20 sampai akhir tahun ini. (dka)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement