nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbelit Utang, Penjual Batik Curi Uang Mantan Kepala Kemenag Sampang Rp60 Juta

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 21 Mei 2020 12:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 21 519 2217474 terbelit-utang-penjual-batik-curi-uang-mantan-kepala-kemenag-sampang-rp60-juta-kkB62Nkmrx.jpg Ilustrasi

SURABAYA - Dua pencuri menggasak uang tunai Rp60 juta dalam jok sepeda motor yang sedang parkir di halaman kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur beberapa hari lalu, akhirnya ditangkap.

Pelaku Komar Mustajab (29) dan Apriyanto (27) warga Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang. Mereka juga bekerja sebagai penjual batik ke perkantoran dinas pemerintah daerah.

Mujali yang merupakan mantan kepala Kemenag Sampang sekaligus korban menceritakan, uang tunai Rp60 juta hasil dari menjual rumah. Lalu berencana akan ditabung di salah satu Bank setempat.

Karena di Bank penuh antrean nasabah, korban menuju ke kantor Kemenag Sampang. Beberapa jam kemudian, pulang ke rumah sambil menunggu Bank bebas antrean.

"Setelah dhuhur, saya hendak berangkat ke Bank untuk menabung uang. Begitu membuka jok sepeda motor, ternyata uang sudah lenyap," kata Mujali, Kamis (21/5/2020).

Seketika itu, korban bergegas ke Bank untuk melakukan pemblokiran rekening. Kemudian korban melaporkan kasus pencurian ini pada polisi.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, menyatakan kedua tersangka ditangkap setelah dilakukan pengecekan pada video rekaman melalui CCTV yang ada di kantor Kemenag Sampang.

Tersangka menggasak uang sebesar Rp60 juta dengan cara mencongkel jok sepeda motor korban. Namun uang yang berhasil disita dari tangan tersangka hanya Rp43 juta.

Selain dari kantor Kemenang Sampang, tersangka telah melakukan hal yang sama pada 13 titik di sejumlah perkantoran lingkungan pemerintah daerah sejak dua bulan terakhir.

"Di samping menjadi spesialis congkel jok sepeda motor, pelaku bekerja sebagai penjual batik ke sejumlah kantor," terang Didit.

Pengakuan dua tersangka di depan polisi, hasil pencurian uang tunai digunakan untuk membayar utang, kebutuhan sehari-hari, dan berpoya-poya atau membeli rokok.

Barang bukti yang diamankan polisi uang Rp43.750,000, sepeda motor, jaket, dan tas warna hitam dari tangan dua tersangka. Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. (Syaiful Islam)

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini