nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjerat Skandal Judi saat Darurat Covid-19, Orang Dekat PM Jepang Mundur

Agregasi VOA, · Jum'at 22 Mei 2020 12:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 22 18 2217930 terjerat-skandal-judi-saat-darurat-covid-19-orang-dekat-pm-jepang-mundur-kU4mRKhHAp.jpg Kepala Kantor Kejaksaan Tinggi Tokyo, Hiromu Kurokawa. (Foto: AP)

TOKYO - Seorang pejabat tinggi kejaksaan Jepang yang dianggap memiliki kedekatan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe menyampaikan pengunduran dirinya pada Kamis (21/5/2020). Dia mundur setelah ketahuan bermain judi dengan menghindari anjuran tinggal di rumah, sewaktu keadaan darurat terkait wabah virus corona diberlakukan.

Skandal Kepala Kantor Kejaksaan Tinggi Tokyo, Hiromu Kurokawa mengemuka pada Rabu (20/5/2020) setelah majalah Shukan Bunshun melaporkannya bermain mahyong dengan taruhan uang di rumah seorang wartawan surat kabar dua kali pada bulan Mei.

Menteri Kehakiman Masako Mori mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa Kurokawa diberi peringatan setelah sebuah penyelidikan mengukuhkan tuduhan terhadap dirinya. Pengunduran diri Kurokawa akan disetujui secara resmi oleh Kabinet pada Jumat (22/5/2020), demikian diwartakan VOA.

Bermain mahyong dengan taruhan uang, “sebagai kepala kantor kejaksaan tinggi sangat tidak pantas dan disesalkan,” kata Mori. Judi adalah kegiatan ilegal di Jepang, dengan sejumlah pengecualian, sementara mengabaikan anjuran tinggal di rumah tidak bisa dipersoalkan secara hukum.

Kurokawa menjadi sorotan publik menyusul munculnya RUU sangat kontroversial yang diajukan partai PM Abe, Partai Demokrasi Liberal. Partai itu mengusahakan perpanjangan batas usia pensiun wajib jaksa-jaksa penuntut umum dan memberi parlemen peluang untuk mempengaruhi penunjukan mereka.

Pada Januari, Kabinet Abe menunda masa pensiun Kurokawa yang seharusnya dimulai Februari dengan cara mengubah penafsiran undang-undangnya. Para oposisi mengatakan, perpanjangan itu dimaksudkan agar Kurokawa kelak dapat menggantikan posisi jaksa agung Nobou Inada yang akan pensiun musim panas mendatang.

Pemerintahan Abe memutuskan untuk mencabut RUU itu setelah muncul badai protes yang mengecam campur tangannya dalam demokrasi. Sejumlah bintang film dan pesohor lainnya yang selama ini jarang membuat pernyataan politik, ikut bergabung sehingga memperbesar sorotan publik atas kasus tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini