nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Tidak Akan Lockdown Lagi jika Ada Gelombang Kedua Virus Corona, Kata Trump

Agregasi VOA, · Jum'at 22 Mei 2020 19:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 18 2218141 as-tidak-akan-lockdown-lagi-jika-ada-gelombang-kedua-virus-corona-kata-trump-UQD4NUFPE0.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto/White House)

WASHINGTON - Presiden Amerika Donald Trump pada, Kamis (21/5), memberikan tekanan lebih besar kepada negara-negara bagian untuk membuka kembali bisnisnya meskipun masih ada kekhawatiran mengenai virus corona.

“Saya kira warga tidak akan mendukungnya” di negara-negara bagian yang tidak melanjutkan kegiatan normal dengan segera, kata Presiden Trump kepada para wartawan ketika dia melakukan kunjungan di pabrik otomotif di Michigan. Pabrik itu digunakan untuk memproduksi ventilator untuk pasien Covid-19.

Semua 50 negara bagian telah mengumumkan rencana untuk membuka kembali setidaknya sebagian bisnis menyusul penutupan yang telah melumpuhkan ekonomi Amerika.

Jika ada gelombang kedua virus corona, “kami tidak akan menutup negara kami,” tambah Trump.

Baca juga: Trump Serukan Pengibaran Bendera Setengah Tiang untuk Korban Virus Corona

Dalam pidatonya kepada para pekerja di Rawsonville Components Plant di Ford Motor Co., Presiden Trump mengatakan, “penutupan permanen bukanlah strategi yang sehat untuk negara bagian atau negara.

”Negara siap “untuk kembali dengan hebat,” kata Trump.

Dalam sembilan minggu terakhir, 38,6 juta warga Amerika telah mengajukan tunjangan pengangguran.

Sebelumnya di pabrik Ford di Ypsilanti, dalam apa yang disebutnya sebagai “sesi mendengarkan” para pemimpin keturunan Afrika, Presiden Trump mengatakan, “Kita harus membuka gereja-gereja kita, kita harus membuat negara kita terbuka lagi.”

Situs Johns Hopkins University mengungkap jumlah kasus Covid-19 atau virus corona di dunia mencapai lebih dari 5,1 juta. Kematian global mencapai 332.900. 

Jumlah kasus corona yang pulih berdasarkan Coronavirus Statistics mencapai lebih dari 1,9 juta di dunia. 

Amerika Serikat masih menjadi negara paling tinggi untuk penderita Covid-19 mencapai 1.577.140 dan kasus kematian 94.702.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini