Share

Jepang Bisa Terapkan Aturan Pembatasan Bila Covid-19 Kembali Menyebar

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 26 Mei 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 18 2219737 jepang-bisaterapkan-aturan-pembatasan-bila-covid-19-kembali-menyebar-hqpedMMlhG.jpg (Foto: Live Japan)

JAKARTA - Meskipun Jepang telah mencabut status keadaan darurat Covid-19, Negeri Bunga Sakura itu bisa menerapkan aturan pembatasan kembali.

Dikutip BBC Indonesia, Perdana Menteri Shinzo Abe mengakui bahwa Jepang telah menghadapi beberapa masalah terkait dengan responsnya dalam menghadapi virus corona dan berjanji akan melakukan peninjauan setelah wabah berakhir.

Dia juga memuji "model Jepang", yang disebutnya bisa mengendalikan wabah dalam enam minggu tanpa ada lockdown ketat, seperti yang diberlakukan di negara lain.

Namun, dia memperingatkan bahwa, "dalam skenario terburuk, ada kemungkinan untuk menerapkan kembali keadaan darurat jika jumlah infeksi meningkat lagi."

Abe menambahkan dia ingin menghindari meminta orang untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu dilanda wabah Covid-19, dengan lebih dari 16.600 kasus positif dan 839 kematian sejauh ini, menurut NHK. Epidemi tersebut telah membuat Jepang mengalami resesi dan menurunkan popularitas Abe ke posisi terendah.

Sebuah jajak pendapat yang ditayangkan surat kabar Asahi menunjukkan tingkat dukungan Abe pada 29% - terendah sejak ia kembali berkuasa pada akhir 2012 - dan ketidaksukaan terhadapnya di angka 52%.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, sebelumnya mengatakan ibu kota Jepang akan bergerak ke "tahap satu" untuk melonggarkan pembatasan.

Di tahap itu, perpustakaan dan museum mungkin dibuka kembali, dan restoran tetap buka hingga sore hari. Di tahap selanjutnya teater, bioskop dan pasar malam akan dibuka kembali. (ahl)

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini