Pastikan Stok Pangan Aman di Masa Pandemi Covid-19, Mentan Syahrul Yasin Limpo Kunjungi NTT

Yaomi Suhayatmi, · Jum'at 29 Mei 2020 20:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 1 2221746 pastikan-stok-pangan-aman-di-masa-pandemi-covid-19-mentan-syahrul-yasin-limpo-kunjungi-ntt-ZQYBgU22er.jpeg Foto Dok : Kementan RI

KUPANG - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi jajaran Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan) mengunjungi Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan stok pangan di NTT di tengah pandemi virus corona tetap aman.

Dalam kunjungannya, Mentan SYL meninjau langsung lokasi pertanaman jagung dan mengikuti prosesi pelepasan 3 kontainer jagung hasil panen program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang siap kirim ke Surabaya. Mentan SYL juga menyerahkan bantuan 40 unit handtraktor kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Desa Manusak, Kecamatan Kupang, Jumat (29/5/2020).

Di sela-sela kegiatan tersebut, Mentan SYL mengatakan kunci kemajuan pangan suatu daerah ditentukan oleh peran aktif kepala daerahnya. Kebijakan dan program pemerintah pusat melalui kementerian pertanian akan lebih optimal jika disinergikan dengan kebijakan pemerintah daerah, salah satunya dengan menghidupkan kelembagaan pertanian.

“Kita punya agenda cukup, kita punya riset cukup, selanjutnya manajemen agendanya harus main melalui kebijakan-kebijakan pemerintah, kelembagaan-kelembagaan masyarakat dihidupkan termasuk kelembagaan pertanian yang ada,” ujar Mentan SYL.

Hal lain yang juga harus diperhatikan kata Mentan SYL, dalam melakukan usaha pertanian khususnya di NTT, adalah water management atau memperhitungkan kondisi cuaca.

"Dalam suasana pandemi virus corona ini, bisa jadi krisis ekonomi berlangsung lama dan pertanian adalah tumpuan perekonomian kita, untuk itu harus selalu didorong jangan sampai berhenti,” jelas Mentan SYL.

Menanggapi hal itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan Pemerintah Provinsi NTT sudah menyiapkan pembangunan dam di samping sejumlah aliran sungai agar dapat difungsikan sebagai irigasi.

Mentan SYL Kunjungi NTT

"Dengan demikian, lahan-lahan yang kosong kami akan kami olah dengan alat berat agar kami bisa tanam pada musim kemarau nanti. Kami bersyukur atas kehadiran Mentan Syahrul Yasin Limpo di situasi sulit begini. Sebab dapat memberikan energi dan semangat bagi para petani untuk mengerjakan seluruh potensi yang dimiliki," ungkap Gubernur Viktor.

Lebih lanjut gubernur menuturkan manajemen air melalui pembuatan dam tersebut akan dijadikan sebagai pilot project transformasi budaya tanam NTT. Jika project ini berhasil, nantinya akan menjadi energi positif bagi para petani NTT di masa depan.

"Saya selalu bilang tidak ada lahan tidur, yang tidur itu orangnya, kalau gubernur tidur, bupati tidur, kepala dinas tidur itu pasti lahannya tidur. Tapi kalau gurbenurnya lompat kiri kanan, bupatinya lompat kiri kanan kepala dinas apalagi itu berarti semangat yang luar biasa,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Mentan Syahrul bersama Gubernur NTT Viktor melakukan pencanangan tanam jagung di lahan seluas 10 hektar dengan memanfaatkan sumber air yang ada.

mentan kunjungi NTT

Ia pun berharap ke depannya, suplay chain tidak lagi datang dari luar NTT supaya bisa memberikan nilai tambah bagi para petani lokal. “NTT dikenal memiliki kekayaaan alam yang indah akan tetapi kondisinya akan tetap miskin jika suplay chain datang dari luar NTT. Karena itu kami berharap pertanian satu-satunya suplay chain yang dapat diandalkan untuk membangun pariwisata," tandasnya.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Mentan SYL juga secara langsung melihat operasional Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang baru beroprasi tahun ini. TTIC menjadi wadah bagi para petani dalam menjual hasil produk pertanian mereka menjadi lebih cepat laku dan memperpendek rantai atau mekanisme pasar. TTIC juga menjadi pusat informasi bagi para petani dalam memantau produksi maupun harga pasar.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi yang juga hadir dalam kunjungan kerja tersebut mengatakan bahwa Kementan tahun ini memberikan dukungan bantuan untuk provinsi NTT. Terkait tanaman pangan alokasi tahun ini bantuan benih padi 50 ribu hektar, bantuan benih jagung 42.500 hektar, kedelai 3.000 hektar, pengembangan pangan alternatif 2.840 hektar, ubi kayu 500 hektar dan alsintan pascapanen 117 unit.

"Untuk pengembangan pangan alternatif, sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa mulai digalakkan kembali pengembangan pangan di luar beras seperti umbi-umbian, jagung dan tanaman serealia lain. NTT juga potensial untuk dikembangkan jagung dan sorgum, supaya bisa memperkaya pangan alternatif kita," pungkas Suwandi. CM

(yao) 

(yao)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini