Ada 26 Klaster Penyebaran Virus Corona di Balikpapan

Amir Sarifudin , Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 340 2221470 ada-26-klaster-penyebaran-virus-corona-di-balikpapan-mOAIfN5iQJ.jpg Foto Ilustrasi Okezone

BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat ada 26 klaster selama awal pandemi hingga hari ini di Kota Balikpapan. Dari jumlah itu, sebagaian besar pasien sudah bisa ditangani atau sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, dari jumlah itu masih ada 3-4 klaster yang belum selesai yakni masih ada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sejak awal kasus Balikpapan 1 (kode BPN 01), sampai sekarang kita total ada 26 klaster. Dari 26 Klaster ini yang sudah selesai cukup banyak,” kata Andi, Jumat (29/5/2020).

Empat klaster yang belum selesai yakni Klaster ABK (anak buah kapal), Klaster Tasikmalaya dan Klaster Gereja HKBP dan Klaster Magetan.

“Jadi tidak ada lanjutan trackingnya lagi semua yang kita tracking negatif-negatif yaitu dari Bogor, Klaster Seminar Riba selesai, kemudian Klaster Sinode itu juga selesai, kemudian Gowa juga sekarang tidak ada lagi yang dirawat dan juga klaster Jepang,” sebutnya.

 Virus Corona

Pihaknya masih menaruh perhatian besar kepada proses penyembuhan bagi klaster ABK. Dari 7 ABK hanya 1 yang tidak terpapar.

“Kita sangat diwaspadai, karena dari 7 kru kapal tug boat, 6 orang sudah yang positif terinveksi covid-19. Klaster Magetan masih ada yang dirawat, kemudian Klaster ABK belum selesai. Mungkin yang agak panjang ini ABK. Klaster Tasikmalaya dengan Gereja HKBP, itu juga masih belum selesai,” katanya.

Selain klaster itu juga patut diberikan perhatian penularan transmisi lokal. Jumlahnya di Balikpapan lebih dari 8 kasus. Begitu pula dengan penularan dari orang luar Balikpapan yang bekerja di Balikpapan.hingga kini tercatat ada 3 kasus terkonfirmasi positif.

Dari penelusuran Dinas Kesehatan Kota Balikpapan diketahui, mereka (pekerja ) rencananya akan kembali ke lokasi tempatnya bekerja di Balikpapan. Namun perusahaan tempatnya bekerja meminta rapid test lebih dahulu. Hasil rapid testnya reaktif dan dilanjutkan dengan uji swab hasilnya yang juga hasilnya sama.

“Jadi 3 kasus terakhir ini orang-orang yang mau bekerja kembali ditugaskan ke lokasi-lokasi pekerjaannya oleh perusahaannya wajib rapid test. Rapid testnya hasilnya positif, kita lanjutkan dengan uji swab, hasil swabnya positif, karena semua alamatnya luar daerah,” bebernya.

Jumlah pasien positif di Balikpapan hingga hari Kamis 28 Mei 2020 sebanyak 54 orang, sembuh 35 orang dan 17 masih dirawat, dua meninggal. Untuk PDP berjumlah 27 dirawat dan meninggal 8 orang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini