Sumbang 44 Kasus Covid-19, Klaster Indogrosir Jadi yang Terbesar di DIY

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 29 Mei 2020 13:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 510 2221486 sumbang-44-kasus-covid-19-klaster-indogrosir-jadi-yang-terbesar-di-diy-hEbfPOXcIr.jpg Warga menjalani rapid test. (Ilustrasi/Foto : Okezone.com/Heru Haryono)

YOGYAKARTA – Klaster Indogrosir menjadi klaster terbesar dengan menyumbang 44 dari 228 kasus positif virus corona (Covid-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Masyarakat harus waspada dan senantiasa menjalankan protokol Covid-19.

“Klater Indogrosir menjadi yang terbesar di DIY dengan 44 kasus yang tersebar di seluruh DIY,” ujar Koordinator Tim Respons Covid-19, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Riris Andono Ahmad, Jumat (29/5/2020).

Penderita Covid-19 dari Klaster Indogrosir didominasi para karyawannya. Dinas Kesehatan Sleman dan Yogyakarta juga telah melakukan penelusuran atau tracing. Mereka juga menggelar rapid test dengan peserta mencapai 1.400-an orang. Dari situlah diketahui ada keluarga karyawan dan pengunjung yang ikut tertular.

“Klaster ini, awalnya ada salah satu karyawan yakni kasus 79 yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Beberapa di antaranya tertular dari transmisi lokal yang meluas di masyarakat. Dari karyawan Indogrosir menular ke anggota keluarga dan pengunjung. Beberapa kasus yang muncul pasien ini tanda ada gejala. Namun dari rapid test hasilnya reaktif dan diikuti PCR hingga diketahui positif.

Antusiasme Warga Ikut Rapid Test Covid-19 di Kawasan Bundaran HI

Anggota Tim Penanggulangan Covid-19 RSUP DR Sardjito, Andaru Dahesihdewi berharap masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan berhati-hati terhadap risiko tertular Covid-19 dari orang tanpa gejala (OTG). Protokol kesehatan harus dijalankan dengan mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, dan menghindari kontak dekat dengan individu yang rentan terkena virus corona.

“Covid-19 ditularkan terutama melalui kontak erat dan percikan. Kalau lingkungan kotor banyak kontaminasi percikan akan berpindah ke antar orang, benda, atau kita,” ujar Andaru yang juga Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSUP DR Sardjito.


Baca Juga : Update Covid-19 di DIY: 228 Kasus Positif, 135 Sembuh, dan 8 Meninggal

Penggunaan masker merupakan salah satu cara agar percikan dari mulut tidak menyebar ke mana-mana. Virus ini rentan dan bisa berakibat fatal terhadap orang yang daya tahan tubuhnya tidak kuat, seperti lansia atau bayi, balita, dan orang yang memiliki peyakit penyerta.

“Kita semua harus hati-hati jika berdekatan di lingkungan individu yang rentan risiko,” ujarnya.


Baca Juga : Istri dan Anak Karyawan Indogrosir Menambah Kasus Covid-19 di Yogyakarta

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini