Diguyur Hujan Deras, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol

Arif Wahyu Efendi, iNews · Jum'at 29 Mei 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 519 2221479 diguyur-hujan-deras-jembatan-penghubung-antardesa-ambrol-GVEDFvGicl.jpg Jembatan ambrol di Madiun (foto: iNews/Arif Wahyudi)

MADIUN - Sebuah jembatan penghubung antar Desa Ketandan Kecamatan Dagangan, dan Desa Geger Kecamatan Geger, di Kabupaten Madiun, Jawa Timur ambrol. Ambrolnya jembatan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu di barat lereng Gunung Wilis dan sekitar lokasi sejak kamis siang kemarin.

Salah seorang perangkat Desa Ketandan, Evan mengatakan, jembatan ambrol akibat hujan deras hingga membuat air sungai meluap. Arus yang deras menggerus sebagian talud jembatan hingga akhirnya ambrol, pada Kamis 28 Mei 2020.

"Kemarin siang sudah mulai hujan lebat, hingga sore belum reda. Kemudian untuk posisi untuk ambrolnya talud itu sekitar pukul 14.30," ujar Evan usai melihat lebih detail talud jembatan yang ambrol, Jumat (29/5/2020).

Perangkat desa bertubuh subur itu menuturkan, hujan lebat bukan hanya terjadi di desanya, tetapi juga di daerah hulu lereng barat gunung wilis, seperti di desa Tileng, Blimbing dan Mendak di kecamatan Dagangan. Sehingga terjadi luapan dengan arus deras dan menggerus talud jembatan sampai akhirnya ambrol.

 Jembatan

"Hujannya lebat sejak di hulu seperti di Desa Tileng, Blimbing dan Mendak. Selain meluap arusnya deras, posisi sungai agak memutar sehingga ada putaran air mungkin apa memakan tanah yang ada di samping jembatan," jelasnya.

Akibat ambrolnya talud jembatan sungai Nguren itu, jalan penghubunng antar desa tak dapat dilalui kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Warga harus memutar antara tiga hingga empat kilometer menempuh jalur lain.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan lokasi.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kedua desa terdampak dan dinas terkait agar ada solusi agar jembatan itu nanti bisa segera dilalui kembali. Untuk sementara pihkanya bersama pemerintahan desa Ketandan dan Geger memberikan rambu peringatan bahwa jalur tak dapat dilewati pada kedua sisi jalan jembatan.

"Kita sudah ke lokasi sejak kemarin. Kita assesment. Kita juga koordinasi dengan Pemdes Ketandan dan Geger, serta minta arahan dinas terkait. Untuk sementara kedua sisi jalan Jembatan kami beri rambu rambu bahwa jalan tak bisa di lewati agar warga yang mau lewat tidak kecele," terang Rowi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini