Begini Skenario New Normal di Sektor Pendidikan Padang Panjang

Rus Akbar, Okezone · Sabtu 30 Mei 2020 11:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 340 2221960 begini-skenario-new-normal-di-sektor-pendidikan-padang-panjang-RSqZiR8cqb.jpg Pemeriksaan suhu tubuh (Okezone.com/Dede)

PADANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat sudah membuat skenario penerapan new normal di lembaga pendidikan atau sekolah. Sekolah di kota itu rencananya diaktifkan lagi mulai 13 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang M. Ali Tabrani mengatakan, pedoman new normal pendidikan itu mulai disosialisasikan kepada para kepala sekolah SD, SMP dan SLTA/sederajat.

"Nanti kepala sekolah yang akan mensosialisasikan kepada guru-guru, kemudian guru mensosialisasikan kepada siswa dan wali murid nya," ungkapnya, Jumat kemarin.

Skenario aktifitas di sekolah-sekolah di Padang Panjang pada era new normal antara lain mewajibkan siswa, guru dan warga sekolah memakai masker dari rumah sampai pulang sekolah. Penggunaan masker juga diwajibkan kepada tamu yang datang.ilustrasi

Sekolah-sekolah diwajibkan menerapkan pemeriksaan suhu terhadap orang-orang beraktifitas di lingkungannya. Pihak sekolah memastikan suhu tubuh siswa, guru, tamu ketika akan masuk ke lingkungan sekolah tidak lebih dari 37 derajat.

“Siswa, guru, warga sekolah dan tamu-tamu yang datang diukur suhu tubuhnya sebelum memasuki sekolah,” katanya.

Bagi siapa saja yang melebihi suhu yang ditetapkan, akan dicatat, dipulangkan. Yang bersangkutan kemudian disarankan melakukan pemeriksaan ke puskesmas.

Sekolah juga diminta membuat tempat cuci tangan. Seluruh warga sekolah mencuci tangan dahulu sebelum memulai aktifitas dengan air yang mengalir menggunakan sabun, sesuai protap kesehatan. "Setelah pulang, siswa juga harus cuci tangan lagi," lanjut Ali.

Kemudian, Kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi dua shift. Namun tidak berlaku kepada sekolah berbasis asrama seperti pesantren.

"Dalam satu kelas misalnya 30 siswa, maka dibagi 15 - 15. Dengan demikian durasi waktu dipotong menjadi dua. Kalau 40 menit satu jam pelajaran. dibagi menjadi 20 menit untuk shift pertama dan 20 menit shift kedua. Lama guru di sekolah seperti biasa. Hanya saja jumlah tatap muka siswa menjadi 40-50 persen," kata Kadis.

Menyikapi durasi belajar mengajar yang tidak seperti biasa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang meminta guru berkreasi dan berinovasi, mengembangkan bahan ajar, lalu mengaktifkan pembelajaran jarak jauh melalui tugas-tugas.

Dalam proses belajar mengajar diatur tempat duduk dengan menjaga jarak. Minimal berjarak 1 meter. Siswa memakai kursi dan meja yang tetap, dikasih merek atau nomor, menghindari pertukaran.

Siswa tidak dibenarkan saling pinjam alat pembelajaran secara bergantian. Mereka tidak boleh saling pinjam dan harus menggunakan peralatannya sendiri. "Karena waktu belajar yang terbatas, tidak ada waktu keluar main, kegiatan ekstrakurikuler juga tidak ada untuk sementara waktu," kata Ali.

Siswa membawa bekal makanan dari rumah. Kantin sekolah masih dalam pertimbangan untuk dibuka."Bila dibuka tentu harus memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19, baru dizinkan, tetapi tidak boleh makan di tempat," lanjutnya.

Setelah melakukan proses belajar mengajar, setiap sekolah wajib melakukan penyemprotan disinfektan terhadap ruang kelas, ruang ruang tertentu, perpustakaan. "Fungsi UKS nantinya harus lebih ditingkatkan terutama dalam pencegahan Covid," katanya.

Sekolah-sekolah diminta membuat spanduk atau pamflet yang berisi edukasi terkait dengan pencegahan covid serta langkah yang harus dilakukan. "Setiap sekolah wajib membuat spanduk, minimal 1 di depan pintu gerbang agar dapat dibaca langsung secara jelas setiap siswa, setiap wali murid, warga sekolah sebelum memasuki lingkungan sekolah," ungkapnya.

Orang tua siswa, lanjut Ali diminta untuk memperkuat daya imun anak dengan mengkonsumsi berbagai asupan yang mengandung vitamin.

Dinas Pendidikan akan fokus ke sekolah-sekolah. Penerapan kegiatan itu, menurut Ali harus berlangsung sesuai yang diinginkan.

Agar terlaksana dengan baik, Dinas Pendidikan dan kebudayaan akan membentuk tim yang memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan di lapangan.

Semua sekolah akan dikunjungi, dimonitor sejauh mana protokol kesehatan Covid-19 di sekolah dijalankan. Kemudian sejauh mana informasi terkait protokol kesehatan Covid-19 sudah sampai.

"Kami akan mengevaluasi agar pelaksanaannya lebih baik dari waktu ke waktu. Saat ini kita telah mensosialisasikan kepada kawan kawan guru, tingkat SD, SLTP, lalu SLTA dengan berkordinasi dengan cabang wilayah satu Bukittinggi," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini