Pasien Positif Corona di Banten Didominasi Usia Produktif

Muhammad Rosyadi, Okezone · Sabtu 30 Mei 2020 11:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 340 2221965 pasien-positif-corona-di-banten-didominasi-usia-produktif-dcPrBBuib5.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

SERANG – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten mencatat 787 orang terjangkit virus corona. Dari jumlah itu, 628 pasien di antaranya merupakan orang dewasa atau dalam usia produktif.

Berdasarkan data yang dirilis gugus tugas,628 kasus yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Kota Tangerang menjadi penyumbang tertinggi dengan 266 kasus. Kemudian Kota Tangsel 187 kasus, Kabupaten Tangerang 146 kasus, sisanya tesebar di kabupaten/kota lainnya.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, berdasarkan pengelompokan kasus positif sesuai dengan usia, katagori dewasa pada umur 19 sampai 59 tahun paling banyak terkonfirmasi dengan 628 kasus.

"Usia anak itu 0 sampai 18 tahun, dewasa 19 sampai 59 tahun, dan lansia 60 tahun ke atas," ujar Ati saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2020).

Ilustrasi (Shutterstock)

Kemudian, jumlah kasus usia anak positif corona sebanyak 41 kasus yang tersebar di wilayah Tangerang Raya. Adapun rincian yang pertama di Kota Tangerang berjumlah 24 kasus, Kota Tangerang Selatan 6 kasus, dan Kabupaten Tangerang 11 kasus.

Selain itu, yang masuk kategori usia lansia ada 118 kasus yang tersebar di lima kabupaten/kota minus Kabupetan Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang. Angka kasus tertinggi untuk kasus positif usia lansia lagi-lagi terdapat di Kota Tangerang dengan 61 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Banten itu menjelaskann, untuk penanganan kasus positif pihaknya selalu menggunakan protokol kesehatan. Untuk menekan penyebaran, pihaknya juga melakukan tracing atau pelacakan terhadap mereka yang sempat melakukan kontak dengan pasien.


Baca Juga : Penyebaran Tersisa 10 Persen, Bekasi Masih Belum Aman Covid-19

"Kami juga secara masif melakukan rapid test untuk memetakan penyebaran Covid-19," katanya.

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini