Menkes Tarik Mantan Ketua MKEK IDI dari Dekan di UPN Veteran Jakarta

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 01 Juni 2020 20:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 01 65 2222941 menkes-tarik-mantan-ketua-mkek-idi-dari-dekan-di-upn-veteran-jakarta-iHb07P10CW.jpg Menkes Terawan Agus Putranto (Foto; Dok. Okezone)

JAKARTA - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menarik Prijo Sidipratomo sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta.

Surat penarikan penempatan Prijo sebagai dekan ditujukan Terawan ke Rektor UPN Veteran Jakarta, Erna Hernawati.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Widyawati membenarkan adanya surat penarikan penempatan Prijo sebagai Dekan FK UPN Veteran Jakarta.

"Ya," singkat Widyawati saat dikonfirmasi Okezone, Senin (1/6/2020).

Menurut Widyawati, penarikan Prijo sebagai Dekan FK UPN Veteran Jakarta karena adanya kebutuhan organisasi UPT pada Kementerian Kesehatan. "Penarikan dr Prijo sesuai kebutuhan sebagai dokter pendidik klinis di UPT Kemenkes," ucap dia.

Sebagaimana diketahui, Prijo adalah Mantan Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang kala itu pernah menjatuhkan sanksi etik kepada Terawan karena praktik metode cuci otak dengan teknik Digital Substraction Angiogprahy (DSA). Terawan dahulu masih menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Soebroto.

Saya Masih Dekan di UPN!

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, dr Prijo Sidipratomo buka suara terkait dengan surat penarikan penempatan yang dilayangkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dalam surat Menkes yang ditujukan ke Rektor UPN Veteran Jakarta itu, Terawan menarik Prijo sebagai Dekan FK UPN karena adanya kebutuhan organisasi UPT pada Kementerian Kesehatan.

Prijo saat dikonfirmasi Okezone, menegaskan sampai saat ini dirinya masih dekan di UPN Veteran Jakarta. Ia mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Terawan atau Kementerian Kesehatan.

"Sampai saat ini saya masih dekan di UPN. Saya tidak pernah berkomunikasi dengan Menkes ataupun Kemenkes," ucap Prijo.

Baca Juga : Seorang Warga Surabaya Meninggal Sesaat Setelah Tiba di Depan Rumah

Prijo mengatakan dirinya tidak pernah mendapat surat penarikan penempatan itu. Rektor UPN Veteran Jakarta lah yang mendapatkannya. Adapun keputusan penempatan dirinya adalah wewenang rektor. "Saya tidak pernah dapat surat itu. Rektor yang dapat surat itu. Rektorlah yang wewenang memutuskan," kata dia.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini