Kunjungan Pasien ke RSUD Wonosari Turun Drastis karena Takut Terpapar Virus Corona

Kuntadi, Koran SI · Rabu 03 Juni 2020 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 510 2223582 kunjungan-pasien-ke-rsud-wonosari-turun-drastis-karena-takut-terpapar-virus-corona-IXCr3alZwA.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

GUNUNGKIDUL – Kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan di Kabupaten Gunungkidul, mengalami penurunan selama masa pandemi Covid-19. Mereka enggan memeriksakan diri ke RSUD, rumah sakit swasta dan puskesmas karena takut tertular virus corona.

“Angka kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan memang turun cukup drastis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati, Selasa (2/5/2020).

Penurunan ini tidak hanya pada layanan kesehatan milik pemerintah, seperti RSUD dan puskesmas. Namun juga rumah sakit ataupun klinik swasta juga terkena dampaknya. Sebagian pasien memilih menahan diri untuk tidak periksa lantaran takur terpapar.

 

Sementara itu, Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, penurunan ini mencapai lebih dari 40 persen dibanding sebelum masa pandemi Covid-19. Kondisi ini tidak lepas dari keputusan pemerintah menunjuk RSUD Wonosari sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan di Gunungkidul.

“Sejak awal pandemi kita minta masyarakat stay at home. Kalau tidak emergency disarankan menunda periksa,” ujar Heru.

Penurunan jumlah pasien rawat inap sudah muncul sejak awal tahun lalu. Selama bulan Januari, pasien rawat inap mencapai 1.075 orang. Sedangkan di bulan Februari 1.120 orang. Memasuki bulan Maret mulai terjadi penurunan dengan jumlah 991 orang dan di April 661 orang dan Mei menjadi 483 orang.

Sedangkan untuk pasien rawat jalan pada bulan Januari 11.282 orang, Februari turun menjadi 10.009 orang, Maret menjadi 9.457 orang. Selama April turun menjadi 5.954 orang, dan bulan Mei turun lagi menjadi 5.603 orang.

“Penurunan tajam di bulan April dan Mei,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini