Warga Kulit Hitam dan Asia di Inggris Berpotensi Lebih Tinggi Meninggal karena Virus Corona

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 16:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 18 2223983 warga-kulit-hitam-dan-asia-di-inggris-berpotensi-lebih-tinggi-meninggal-karena-virus-corona-SLYPLu7zf1.jpg Warga minoritas di Inggris berjalan dengan latar mural tenaga medis NHS. (Foto/Telengana Today)

LONDON - Sebuah laporan yang dirilis oleh Badan Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) mengatakan bahwa masyarakat dari latar belakang etnis minoritas di Inggris berpotensi lebih tinggi meninggal karena virus corona daripada warga kulit putih.

"Ini menegaskan bahwa dampak COVID-19 telah mereplikasi kesenjangan kesehatan yang ada, dan dalam beberapa kasus telah meningkatkannya," kata laporan itu mengutip CBS, Rabu 03/6/2020).

Laporan itu mengatakan bahwa usia tetap merupakan faktor risiko terbesar, tetapi jika diperhitungkan dalam data, sebanyak 50% orang-orang keturunan Bangladesh berpotensi lebih tinggi meninggal karena COVID-19 daripada orang-orang dari latar belakang kulit putih Inggris.

Orang-orang dari kelompok etnis minoritas lainnya antara 10% dan 50% lebih mungkin meninggal karena virus corona.

Laporan itu tidak menjelaskan pekerjaan pasien, atau faktor-faktor seperti obesitas atau komorbiditas lainnya.

Secara terpisah, laporan itu mengatakan bahwa orang-orang yang bekerja sebagai penjaga keamanan, pekerja konstruksi, pengemudi taksi atau sopir bus berada pada risiko kematian yang lebih tinggi akibat COVID-19, tetapi data ini tidak dapat digabungkan dengan data etnis karena perbedaan dalam penghitungan.

Laporan juga mengatakan bahwa angka kematian akibat virus corona lebih tinggi terjadi pada pria daripada perempuan.

Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hanckock mengatakan bahwa dia merasakan tanggung jawab yang mendalam karena pandemi virus corona ini.

"Orang kulit hitam penting, seperti halnya orang-orang dari daerah paling miskin di negara kita," kata Hancock.

Ketua Komisi Kesetaraan dan Hak Asasi Manusia Inggris, Rebecca Hilsenrath, mengatakan tindakan komprehensif tentang kesetaraan ras perlu dilakukan sebagai tanggapan terhadap laporan tersebut.

"Masyarakat lebih dari sekadar statistik, dan kami tidak bisa mengabaikan konteks yang lebih luas dari ketidaksetaraan ras yang mengakar di semua bidang kehidupan. Hanya strategi kesetaraan ras yang komprehensif yang akan mengatasi masalah ini," katanya.

Berikut 5 negara paling terdampak virus corona:

Amerika Serikat: 1.831.821 infeksi, 106.181 kematian, 463.868 sembuh

Brasil: 555.383 infeksi, 31.199 kematian, 223.638 sembuh

Rusia: 423.186 infeksi, 5.031 kematian, 186.602 sembuh

Britania Raya: 279.392 infeksi, 39.452 kematian, 1.208 sembuh

Spanyol: 239.932 infeksi, 27.127 kematian, 150.376 sembuh

(fzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini