Kota Padang Siapkan Aturan Baru Menuju New Normal

Rus Akbar, Okezone · Kamis 04 Juni 2020 11:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 04 340 2224368 kota-padang-siapkan-aturan-baru-menuju-new-normal-zSXFLaUcx1.jpg (Foto: Rus Akbar/Okezone)

PADANG – Sumatera Barat masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 7 Juni mendatang. Sejumlah daerah di Sumatera Barat bahkan sudah menyatakan kesiapan melaksanakan kehidupan normal baru (new normal life).

Sementara Kota Padang dan dua daerah lainnya (Mentawai dan Padang Pariaman) masih mempertimbangkan apakah masih melanjutkan PSBB Tahap IV atau New Normal, setelah PSBB Tahap III berakhir 7 Juni mendatang.

Meski demikian Kota Padang saat ini sedang menyiapkan Perwako dalam penerapan new normal.

“Kita menyiapkan Perwako, kita mengatur hingga ke tingkat RW dan RT dengan Kongsi Covid-19, sehingga ini (virus corona) kita kendalikan dengan melibatkan masyarakat,” jelas Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Kamis (4/6/2020).

Dikatakan Mahyeldi, apabila nanti Padang memasuki kehidupan normal baru, pihaknya akan membuat regulasi pengaktifan rumah ibadah, pariwisata, perdagangan, serta sektor lainnya. Setiap sektor itu dapat aktif kembali apabila berada di zona hijau dan memberlakukan standar protokol kesehatan Covid-19.

“Kita akan umumkan mana saja zona hijau dan zona merah, diharapkan setelah itu ekonomi masyarakat kembali bergerak. Kita juga akan buat konsep-konsep baru dan penguatan lainnya untuk membantu ekonomi masyarakat,” jelas Mahyeldi.

Di masa transisi setelah berakhirnya PSBB pada 7 Juni nanti, dalam Perwako yang disiapkan akan didiskusikan tujuh sektor. Tujuh sektor yang didiskusikan dengan stakeholder dan akademisi itu yakni pemerintahan, perdagangan, pariwisata, transportasi, sosial, budaya, dan industri.

“Setelah Perwako kita lanjutkan dengan Perda sehingga ada sanksi tegas yang diterapkan,” tukas Mahyeldi.

Sementara data dari Dinas Kesehatan Kota Padang saat ini, pasien yang positif sebanyak 395 orang di antarannya masih dirawat sebanyak 103 orang, isolasi atau karantina sebanyak 97 orang, pasien yang sembuh 177 orang dan kematian 18 orang.

 

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini