Polisi di Meksiko Dibakar dalam Demonstrasi Memprotes Kematian Pemuda Lokal

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 Juni 2020 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 18 2225167 polisi-di-meksiko-dibakar-dalam-demonstrasi-memprotes-kematian-pemuda-lokal-tjn57miFAw.jpg Foto: Twitter.

GUADALAJARA - Seorang petugas polisi disiram dengan cairan dan dibakar ketika berhadapan dengan sekelompok demonstran di Meksiko. Protes dan kerusuhan di negara itu dipicu oleh kematian seorang pria lokal tak lama setelah penahanannya.

Peristiwa itu terjadi di Kota Guadalajara, Ibu Kota Negara Bagian Jalisco di Meksiko barat. Video yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok polisi di atas sepeda motor terlibat dalam perselisihan dengan pengunjuk rasa. Pada satu titik, seorang pria mengenakan topeng dan kacamata hitam menuangkan cairan yang mudah terbakar di belakang salah satu petugas dan membakarnya.

Polisi itu berlari dan jatuh ke trotoar sementara rekan-rekan petugas dan orang-orang di sekitarnya bergegas membantu. Mereka berhasil memadamkan api, setelah itu petugas tersebut bangkit dan meninggalkan tempat kejadian.

Diwartakan RT, demonstrasi itu dipicu oleh kematian Giovanni Lopez, (30), yang ditangkap sebulan lalu di dekat Guadalajara. Beberapa jam setelah penangkapannya, pria itu dibawa dari selnya ke rumah sakit, tempat dia meninggal. Saudaranya merilis rekaman yang menunjukkan polisi menggunakan kekerasan saat menangkap Lopez.

Ada laporan bahwa Lopez ditahan karena tidak memakai masker di depan umum, tindakan yang diterapkan untuk menghentikan penyebaran Covid-19, tetapi pihak berwenang menyangkal hal ini. Insiden itu saat ini sedang dalam penyelidikan.

Dalam beberapa hari terakhir, protes terhadap kebrutalan polisi telah terjadi di sejumlah negara atas nama korban di negara mereka sendiri. Di puluhan kota AS, orang-orang turun ke jalan untuk menuntut keadilan bagi George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang tewas dalam tahanan polisi.

Di Prancis, warga menuntut keadilan bagi Adama Traore, seorang pria muda Prancis-Mali yang meninggal dalam tahanan polisi pada 2016. Traore lari dari petugas yang menyamar karena dia tidak memiliki kartu identitas. Dia kemudian ditahan oleh tiga petugas Gendarmerie, yang semuanya dilaporkan menekan punggung pria itu. Keluarga Traore percaya dia meninggal karena dia sulit bernapas.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini