Cerita Pangeran Charles, Rindu Kumpul Keluarga dan Kisahnya Lolos dari Covid-19

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 05 Juni 2020 17:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 05 18 2225171 cerita-pangeran-charles-rindu-kumpul-keluarga-dan-kisahnya-lolos-dari-covid-19-eNZxatPcmt.jpg Pangeran Charles dari Inggris. (Foto/Sky News)

LONDON - Pangeran Charles mengatakan bahwa selama pandemi virus corona membuatnya rindu kumpul bersama keluarga. 

Saat wawancara dengan untuk Sky News , pewaris takhta Kerajaan Inggris tersebut mengungkapkan bagaimana rasanya terpisah dari orang yang dicintainya. 

Sejak lockdown, Pangeran Charles tinggal di Birkhall di Skotlandia bersama istrinya, Camilla, Duchess of Cornwall. 

Ia pun menyinggung tahun ayahnya, Pangeran Philip Duke of Edinburgh, yang akan berulang tahun ke-99 pada minggu depan. Saat ini Pangeran Philip tinggal di Kastil Windsor bersama Ratu Elizabeth II. 

“Aku sudah lama tidak bertemu dengan ayahku. Dia akan berusia 99 minggu depan, juga tidak bertemu cucu saya dan siapa pun. Saya sudah melakukan FaceTime (video call), semuanya baik-baik saja tapi itu tidak sama, kan," katanya mengutip Independent, Jumat (5/6/2020).

"Anda benar-benar ingin memeluk kerabat," ujarnya.

Pangeran Charles melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia memahami rasa frustrasi yang dirasakan banyak orang karena tidak dapat merangkul teman-teman dan keluarga mereka.

"Aku benar-benar memahami begitu banyak frustrasi, kesulitan, kesedihan dan kesedihan masyarakat," kata Charles.

"Maksudku, aku hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk menemukan dan membantu dan mendorong cara-cara untuk memungkinkan orang terus melakukan itu, tetapi dengan cara yang tidak merusak segalanya pada saat yang sama di sekitar kita," tuturnya.

Pangeran Charles pada 26 Maret dinyatakan positif virus coronadan berhasil sembuh. Dia mengatakan bahwa ia beruntung “lolos begitu saja” dari Covid-19.

"Tapi saya sudah terapapr, dan saya bisa mengerti apa yang telah dilalui orang lain," katanya.

Charles mengatakan pengalaman itu membuatnya lebih bertekad untuk membantu mencegah pandemi di masa depan.

“Semakin kita mengekspos diri kita pada bahaya semacam ini. Kita telah mengalami bencana-bencana lain seperti SARS dan ebola, semua hal ini terkait dengan hilangnya keanekaragaman hayati," jelasnya.

"Aku pikir kita menuai apa yang kita tanam," kata Charles. 

(fzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini