Giliran Warga Tanjungpinang Geruduk PLN karena Tagihan Listrik Melonjak

Humala Nasution, MNC Media · Selasa 09 Juni 2020 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 340 2227093 giliran-warga-tanjungpinang-geruduk-pln-karena-tagihan-listrik-melonjak-cpqhaoXySV.jpg Kantor PLN Tanjungpinang Kota. Foto: iNews

TANJUNGPINANG – Setelah warga Depok, giliran puluhan warga Tanjungpinang menggereuduk kantor PLN setempat guna mempertanyakan tagihan listrik yang membengkak.

Pantauan di kantor PLN Tanjungpinang Kota di Jalan Ir Sutami, tampak pelanggan memprotes tagihan listrik membengkak dua kali lipat .

Sebagian pelanggan mengaku syok lantaran mendapati tagihan listrik rumah mereka naik hingga 110 persen.

Mereka menilai tagihan bulan ini tidak wajar, sebab tagihannya tak normal dibanding tagihan bulan-bulan sebelumnya.

Seorang pelanggan, Erni mengatakan dalam keadaan normal tagihan listriknya cuma sekira Rp300 ribu. Namun pada bulan ini melonjak 100 persen atau menjadi Rp 600 ribu. Padahal tidak ada tambahan pemakaian listrik di rumah .

“Biasa kemarin sebelum puasa saya jualan, pakai blender untuk bumbu, tagihan Cuma Rp300 ribu. Ini libur sebulan puasa tadi, tak ada tambahan pemakaian listrik, kok bayarnya dua kali lipat,” ujar Erni di Tanjungpinang, Selasa (9/6/2020).

Atas lonjakan tersebut ia merasa keberatan dan tidak sanggup membayarnya. Erni dan warga lain yang bernasib serupa meminta pihak PLN untuk memberikan penjelasan.

Sebelumnya pada Senin 8 Juni 2020 ratusan warga yang mendapati tagihan listrik rumah naik dengan nilai yang dianggap tidak normal menggeruduk Kantor PLN di Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Kota Depok.

Mereka yang kaget lantaran tagihan listrik yang membengkak melontarkan protes. Sebab lonjakan tagihan mencapai tiga hingga 10 kali lipat dari tarif normal.

Baca Juga: Tagihan Listrik Melonjak 10 Kali Lipat, Ratusan Warga Depok Geruduk PLN

“Saya kena Rp1 juta biasanya Rp150 ribu. Ini lebih dari tiga kali lipat. Tanggapan PLN, kita harus bayar, kita harus nyicil dengan alasan sesuai tagihan dia,” ucap Juhairi di lokasi.

Di sisi lain PT PLN Persero telah memberikan penjelasan mengenai fenomena tagihan listrik pelanggan melonjak selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tagihan tersebut akibat pencatatan rata-rata tagihan menggunakan rekening 3 bulan terakhir.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril mengatakan, dengan skema ini, lonjakan yang melebihi 20% akan ditagihkan pada Juni sebesar 40% dari selisih lonjakan, dan sisanya dibagi rata tiga bulan pada tagihan berikutnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini