Kemendikbud : Pandemi Covid-19 Membuat Dunia Pendidikan Menerapkan Teknologi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 09 Juni 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 65 2226818 kemendikbud-pandemi-covid-19-membuat-dunia-pendidikan-menerapkan-teknologi-h3kAy9HSOw.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Evy Mulyani memandang masih terdapat sisi positif yang didapatkan dari pandemi Covid-19 di dunia pendidikan. Seperti halnya meningkatkan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan.

“Sebenarnya bagi dunia pendidikan pandemi Covid-19 ini memberikan pembelajaran positif. Salah satunya adalah memanfaatkan teknologi dengan proses pembelajaran, meningkatkan penerapan teknologi dalam pendidikan,” kata Evy dalam siaran langsung di Graha BNPB Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Ia pun menampik bila karena pandemi Covid-19, membuat kualitas pembelajaran semakin menurun lantaran semua metode pembelajaran jarak jauh seperti menggunakan internet.

 Siswa Belajar

Justru hal-hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan saat pandemi Covid-19 berkaitan pemanfaatan teknologi, saat itulah dunia pendidikan harus benar-benar secara cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut.

"Dalam waktu singkat oleh insan pendidikan, termasuk oleh orang tua dalam sejarah Indonesia ini menjadi luar biasa," tutur Evy.

Namun demikian, perubahan mengadopsi teknologi di dunia pendidikan tak sepenuhnya berjalan cepat. Diakuinya ada beberapa kendala yang membuat hal penggunaan teknologi itu tak sempurna.

"Tapi dengan keharusan keluar dari zona nyaman, bereksperimen untuk pertama kali, maka akhirnya terjadi percepatan adopsi teknologi dan tentunya akan bermanfaat secara umum dalam dunia pendidikan di masa depan," kata dia.

 

Lebih lanjut, Evy menekankan bila Kemendikbud sendiri sudah menyiapkan alternatif lain agar pembelajaran tetap bisa diakses. Seperti memanfaatkan media massa maupun media sosial dalam penerapannya.

"Ada alternatif pembelajaran jarak jauh dengan televisi, radio, dan kemudian modul-modul yang bisa dipelajari secara kolaborasi yang sangat diperlukan," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini