Korut Minta AS Tutup Mulut Soal Ketegangan Antar-Korea

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 11 Juni 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 18 2228260 korut-minta-as-tutup-mulut-soal-ketegangan-antar-korea-LB4bk2Y7z9.jpg Foto: Reuters.

SEOUL - Korea Utara pada Kamis (11/6/2020) mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak pada posisi untuk mengomentari masalah antar-Korea, dan demi kepentingannya, Washington diminta tutup mulut jika ingin pemilihan presiden mendatang berjalan lancar, demikian dilaporkan media pemerintah Korea Utara,

"Jika AS ikut campur ke dalam urusan orang lain dengan pernyataan ceroboh, jauh dari mengurus urusan internalnya, pada saat situasi politiknya berada dalam kebingungan terburuk, AS mungkin menghadapi hal yang tidak menyenangkan yang sulit untuk dihadapi," kata Direktur Jenderal untuk Urusan AS di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kwon Jong Gun dalam komentar yang dikutip kantor berita KCNA.

Dia mengatakan bahwa AS harus "menahan lidahnya" dan mengatasi masalah dalam negerinya sendiri kecuali jika ia ingin "mengalami keadaan tidak menyenangkanā€¯.

"Akan lebih baik tidak hanya untuk kepentingan AS, tetapi juga untuk memudahkan pemilihan presiden mendatang," tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.

Tidak jelas apa yang akan dilakukan Korea Utara untuk mengganggu pemilu atau menyebabkan masalah bagi kampanye pemilihan kembali Presiden AS Donald Trump, kata James Kim, seorang peneliti di Institut Asan untuk Studi Kebijakan di Seoul.

"Adapun, ada kemungkinan provokasi bahkan dapat menyatukan negara di sekitar petahana," katanya.

Setelah serangkaian pertemuan puncak bersejarah pada 2018 dan 2019 antara Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, hanya ada sedikit kemajuan telah dibuat dalam membongkar program senjata nuklir Korea Utara. Pyongyang juga telah menyatakan semakin frustrasi dengan penolakan Washington untuk mengurangi sanksi.

Pada Selasa (9/6/2020), Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya akan memutuskan hotline dengan Korea Selatan setelah berhari-hari mengancam Seoul karena tidak menghentikan pembelot dari pengiriman selebaran dan bahan-bahan lainnya ke Korea Utara.

Merespon ancaman itu, Korea Selatan mengatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap dua organisasi yang melakukan operasi pengiriman balon tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini