PPDB 2020, Pemprov DKI Tambah Kuota Jalur Afirmasi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 15 Juni 2020 14:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 15 65 2230298 ppdb-2020-pemprov-dki-tambah-kuota-jalur-afirmasi-xPZ7tzHk06.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas meskipun daya tampung sekolah negeri masih jauh di bawah jumlah siswa.

Hal tersebut dilakukan dengan cara menambah kuota jalur afirmasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 seperti jenjang SMP dan SMA dari 20% menjadi 25%, dan jenjang SMK dari 20% menjadi 35%. Selain itu, disediakan 40% kuota di jalur zonasi yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang berada di zonasi tersebut.

Sementara, untuk kuota jalur prestasi jenjang SMP dan SMA sebanyak 30%, sedangkan jenjang SMK 60%. Porsi 5% sisanya, untuk jalur perpindahan orang tua atau guru.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, kriteria pertama seleksi dalam jalur zonasi adalah tempat tinggal/domisili calon peserta didik harus berada dalam zona yang telah ditetapkan pada SK Kepala Dinas Pendidikan Nomor 506 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021.

Apabila jumlah pendaftar PPDB jalur zonasi melebihi daya tampung. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan melakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.

"Hal ini dilatarberlakangi oleh fakta di lapangan bahwa masyarakat miskin justru tersingkir di Jalur Zonasi lantaran tidak dapat bersaing secara nilai akademik dengan masyarakat yang mampu. Oleh karena itu, kebijakan baru diterapkan, yaitu usia sebagai kriteria seleksi setelah siswa tersebut harus berdomisili dalam zonasi yang ditetapkan, bukan lagi prestasi," kata Nahdia dalam keterangannya, Senin (15/6/2020).

Ia menjelaskan, usia yang lebih tua akan didahulukan dalam seleksi sistem zonasi itu. Selain itu, sistem sekolah dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak sehingga disarankan agar anak-anak tidak terlalu muda ketika masuk jenjang sekolah.

Pemprov DKI Jakarta juga tidak mengabaikan prestasi siswa, yakni dengan menyediakan jalur prestasi untuk menyeleksi siswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.

"Prinsipnya, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjamin keseimbangan antara variabel prestasi dengan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk menikmati pendidikan yang berkualitas di sekolah negeri. Dengan begitu, masyarakat dari keluarga miskin juga tidak langsung tersingkir di jalur zonasi," jelasnya.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Warga Karawang Diminta Tak Hamil Dulu

Adapun 4 Jalur utama PPDB DKI Jakarta. Pertama, jalur afirmasi untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kedua, jalur zonasi, ketiga jalur prestasi, dan keempat jalur perpindahan orangtua atau anak guru.

Di tengah pandemi Covid-19, seluruh proses PPDB dilaksanakan dari rumah secara daring dimulai dari pengajuan akun, pendaftaran/pemilihan sekolah, sampai ke proses lapor diri untuk peserta didik yang lolos seleksi, di situs https://ppdb.jakarta.go.id.

Kebijakan PPDB DKI Jakarta diharapkan mampu mengakomodir berbagai latar belakang calon peserta didik sesuai azas PPDB yang objektif, transparan, berkeadilan, akuntabel, tidak diskriminatif.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini