DPR Dukung Keputusan Mendikbud soal Hanya Sekolah Zona Hijau Gelar Kegiatan Tatap Muka

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 16 Juni 2020 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 65 2230675 dpr-dukung-keputusan-mendikbud-soal-hanya-sekolah-zona-hijau-gelar-kegiatan-tatap-muka-KZ2m8iWhNT.jpg Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi keputusan pemerintah yang hanya memperbolehkan sekolah di zona hijau untuk dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka.

“Saya rasa itu keputusan yang tepat dan paling berhati-hati. Jika demikian, berarti 94% siswa Indonesia akan tetap menjalankan pembelajaran dari rumah. Hanya 6% siswa yang benar-benar daerahnya minim terpapar corona yang boleh masuk, itu pun syaratnya banyak sekali,” ujar Hetifah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/6/2020).

Lantaran masih banyak siswa Indonesia yang akan belajar di rumah, Hetifah menilai ke depannya kebijakan pendidikan dapat berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan jarak jauh.

Ilustrasi. (Foto : Okezone,com)

“Mengingat mayoritas akan tetap melakukan pembelajaran dari rumah, kita harus berfokus pada peningkatan kualitas BDR. Antara lain dengan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, peningkatan kapasitas guru secara digital, pengarusutamaan pendidikan parenting, serta peningkatan kualitas platform pendidikan daring,” tutur dia.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan, pemenuhan syarat pembukaan sekolah di daerah zona hijau juga akan menjadi tantangan tersendiri.

“Zona hijau yang 6% itu asumsi saya banyak yang merupakan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang minim terpapar Covid-19 karena aksesnya terbatas dan jauh dari perkotaan. Sementara, sarana prasarana termasuk fasilitas sanitasi mungkin justru paling buruk di daerah-daerah tersebut,” ucapnya.

Di sisi lain, kata Hetifah, untuk melaksanakan pendidikan jarak jauh sulit karena akses internet terbatas.

“Oleh karena itu kabupaten/kota tersebut harus mendapatkan pemantauan khusus dari Kemendikbud, agar tidak kesulitan memenuhi checklist-nya,’’ tuturnya.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperbolehkan kegiatan pembelajaran tatap muka atau pembukaan sekolah di wilayah zona hijau Covid-19. Saat ini hanya ada 6 persen peserta didik di 85 kabupaten/kota di Indonesia yang berada di zona hijau yang bisa belajar tatap muka.

Baca Juga : Pembelajaran Tatap Muka Hanya Dilakukan Sekolah yang Masuk Zona Hijau

"Syarat pertama, satuan pendidikan atau sekolah harus berada di dalam zona hijau," kata Nadiem saat Diskusi Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) yang disiarkan langsung, Senin 15 Juni 2020.

Baca Juga : Meski di Zona Hijau, Nadiem Larang Sekolah dan Madrasah Berasrama Buka

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini