Begini Strategi Kemendikbud Cegah Siswa Putus Sekolah di Tengah Pandemi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 16 Juni 2020 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 65 2231156 begini-strategi-kemendikbud-cegah-siswa-putus-sekolah-di-tengah-pandemi-bQMCRiOYNA.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperkirakan akan banyak siswa putus sekolah lantaran para orangtua kehilangan pekerjaannya.

Plt Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, saat ini hanya siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menegah Pertama (SMP) negeri yang membebaskan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

Sementara, untuk sekolah setingkat SMA hingga sekolah swasta lainnya masih membebankan SPP kepada siswanya.

"Kalau untuk sekolah negeri itu SD dan SMP itu free. Kalau swasta ini SPP-nya perjanjian dari satu tempat," ujar Hamid dalam diskusi daring 'Pendalaman Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi COVID-19', Selasa (16/6/2020).

Ia pun meminta agar pihak sekolah dan orangtua yang anaknya tak mampu membayar SPP untuk bermusyawarah guna mencapai kesepakatan dalam persoalan tersebut.

Menurut dia, pandemi corona telah berdampak di semua aspek kehidupan. Sehingga, pihak sekolah dan siswa yang tak mampu membayar SPP dapat saling membantu.

Baca Juga : Bengkulu Menuju Zona Hijau Corona

"Karena tidak serta pemerintah harus menalangi. Karena mamang sama-sama berat karena banyak pihak kehilangan pekerjaan. Sementara pihak sekalolah juga menggaji gurunya," ujarnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah (pemda) mencontoh Pemprov Kepuluan Riau yang sudah membebaskan SPP para pelajar setingkat SMA negeri.

"Kalau untuk SMA dan SMK negeri kami minta dinas di provinsi diatur kembali. Kalau Kepri sudah membebaskan," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini