China Setuju Selesaikan Ketegangan dengan India Secara Damai Pasca Konfrontasi di Perbatasan

Agregasi VOA, · Kamis 18 Juni 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 18 2232027 china-setuju-selesaikan-ketegangan-dengan-india-secara-damai-pasca-konfrontasi-di-perbatasan-eDKJ8foCIx.jpg Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China. (Foto: AP)

BEIJING - Beijing mengatakan pada Rabu (17/6/2020) bahwa pihaknya ingin melakukan penyelesaian damai dengan India terkait konfrontasi di perbatasan kedua negara yang disengketakan menyusul kematian 20 tentara India dalam bentrokan paling keras dalam puluhan tahun.

“Kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini melalui dialog dan konsultasi, serta melalui usaha-usaha untuk meredakan ketegangan dan mempertahankan perdamaian dan ketenangan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, pada konferensi pers harian sebagaimana dilansir VOA. Sejauh ini masih belum jelas apa bentuk pembicaraan yang akan berlangsung.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Pertahanan India, Kolonel Aman Anand, tidak segera menanggapi pertanyaan Associated Press mengenai situasi terkini dan apakah ada pembicaraan yang direncanakan untuk meredakan ketegangan.

Pasukan keamanan India menyatakan, kedua pihak sama-sama tidak melepaskan tembakan dalam bentrokan di Garis Kontrol Aktual (LAC) Ladakh pada Senin malam (15/6/2020). Sejumlah pejabat mengatakan, para tentara bahkan hanya membawa peralatan antihuru-hara, bukan senjata api.

Bentrokan itu merupakan konfrontasi pertama yang menelan korban jiwa di perbatasan yang disengketakan antara India dan China sejak 1975.

Sejauh ini, China tidak mengungkapkan apakah ada tentaranya yang terluka atau tewas dalam bentrokan itu. Menteri Pertahanan India Rajnath Singh memposkan sebuah cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa kematian para tentara itu sangat memprihatinkan dan menyedihkan.

Sekelompok demonstran berkumpul di dekat Kedubes China di New Delhi, mengutuk pembunuhan para tentara itu dan menuntut agar pemerintah melarang impor barang-barang buatan China. Mereka membawa poster-poster yang menunjukkan foto-foto Presiden China Xi Jinping dan militer China yang dicoret silang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini