Sungai Meluap, 5 Kampung di Tasikmalaya Banjir

Asep Juhariyono, iNews · Jum'at 19 Juni 2020 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 525 2232723 sungai-meluap-5-kampung-di-tasikmalaya-banjir-CcBIioomFJ.jpg Banjir menerjang Tasikmalaya (Foto: Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA - Hujan yang turun secara terus-menerus sejak Kamis 19 Juni 2020 sore hingga subuh tadi mengakibatkan meluapnya air Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy. Meluapnya sungai yang melintasi Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengakibatkan sekitar 500-an rumah warga di lima kampung terendam 50 cm hingga 1,5 meter.

Kampung yang terendam meliputi Kampun Mekarsari, Cicalung, Hegarsari, Bojong Soban, dan Bojong Waru, pada Jumat pagi (10/6/2020). Banjir yang terjadi sejak pukul 04.00 subuh tadi diakibatkan hujan yang turun terus menerus sejak kemarin sore hingga mengakibatkan meluapnya air Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy. 

Bukan hanya ratusan rumah yang tergenang air, namun ratusan hektare sawah juga ikut tergenang air. Banjir juga memutuskan akses jalan yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Sukaresik.

Sebelumnya, banjir juga terjadi pada hari Rabu pagi 10 Juni lalu dengan kedalaman hingga 1 meter, dan merendam tiga kampung, yaitu Kampung Hegarsari, Bojongsoban, dan Kampung Bojong Waru.

Namun, banjir kali ini lebih parah karena merendam sekitar 500 rumah warga di lima kampung dengan kedalaman hingga 1,5 meter.

Menurut Ai (45), banjir mulai datang sejak pukul 04.00 tadi akibat hujan yang terus menerus turun sehingga Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy meluap. Akibatnya, rumahnya terendam banjir.

 

Jika dibandingkan dengan banjir beberapa waktu lalu, banjir sekarang lebih besar karena merendam ratusan rumah warga di lima kampung, dengan kedalaman 0,5 meter hingga 1 meter. Banjir juga membuat susah warga karena tidak bisa beraktivitas.

Menurutnya, jika di daerahnya ketinggian air sekitar 50 cm, maka di kampung lainnya bisa setinggi 1,5 meter. Banjir juga akibat tanggul Sungai Citanduy ada yang jebol, sehingga air sungai meluap ke pemukiman warga.

Warga berharap agar banjir tidak kembali terjadi, karena banjir di daerahnya ini sudah sering kali terjadi setiap musim hujan tiba.

Sementara itu, sejumlah kendaraan mobil dan motor warga yang akan melintas terpaksa harus balik arah karena jalannya terendam banjir. Bahkan, sebuah mobil truk yang mengangkut barang juga terpaksa harus balik arah karena banjir saat ini lebih besar dan jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan tinggi seperti truk.

Hingga saat ini ketinggian air terus naik, dan ratusan rumah warga masih terendam banjir.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini