Curhat Bupati Malang ke Khofifah tentang Susahnya Mengendalikan Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 20 Juni 2020 21:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 20 519 2233603 curhat-bupati-malang-ke-khofifah-tentang-susahnya-mengendalikan-covid-19-JRQUfQcJuj.jpg Bupati Malang, Sanusi. Foto: Avirista-Okezone

MALANG – Bupati Malang Sanusi mengutarakan curahan hatinya tentang susahnya mengendalikan penyebaran virus corona (Covid-19). Curhat itu di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Perlu saya sampaikan kepada Ibu Gubernur bahwa penanganan Covid-19 ini tidak mudah,” ujar Sanusi saat rapat evaluasi transisi bersama jajaran Pemprov Jawa Timur di Bakorwil III Malang, Sabtu (20/6/2020).

Ia membeberkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang yang awalnya masuk zona hijau akhirnya memerah lantaran adanya pasien positif corona yang menyebarkan ke warga lainnya.

Di Kecamatan Ngajum misalnya, mantan politisi PKB ini memaparkan adanya penularan dari seorang anak buah kapal (ABK) yang nekat pulang kampung.

Meski demikian, Sanusi juga mengklaim berhasil meredam penyebaran corona saat ini, dengan menyisakan tiga kecamatan dari sebelumnya 19 kecamatan masuk zona merah.

Baca Juga: Positif Covid-19, Dokter RSUD Sidoarjo Meninggal Dunia 

Sementara, lanjutnya, ada 14 kecamatan di Kabupaten Malang yang tetap zona hijau Covid-19. “Dari 14 wilayah yang hijau alhamdulillah kini tetap hijau,” ucapnya.

Di hadapan orang nomor satu di Jawa Timur, Sanusi juga meminta izin dan saran =untuk membuka kegiatan di pondok pesantren (Ponpes).

“Karena tanggal 15 pondok pesantren bisa masuk kembali, di Kabupaten Malang itu ada 48.200 santri, mohon nanti arahan Bu Gubernur agar mereka yang dari luar kabupaten bisa terjamin tidak membawa virus di Kabupaten Malang,” tutupnya.

 

Sebagai informasi, Kabupaten Malang menjadi daerah tertinggi ke-9 dengan kasus positif corona terbanyak di Jawa Timur. Berdasarkan data terkini, total terdapat 164 pasien positif corona di Kabupaten Malang, 46 sembuh, dan 18 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) corona mencapai 383 warga dan 958 warga masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP). (abp)

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini