Eks Anggota KSB Papua Tertembak Senjata Sendiri, Begini Kronologinya

Edy Siswanto, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 340 2235634 eks-anggota-ksb-papua-tertembak-senjata-sendiri-begini-kronologinya-wJStdsvKIr.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

JAYAPURA - Seorang eks anggota Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) wilayah Mewoluk Puncak Jaya, Papua, bernama Tendison Enumbi menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Pistol Bareta ke pihak Kodim 1714/Puncak Jaya . Kamis (18/6/2020).

Penyerahan senjata api dilakukan oleh keluarga Tendison Enumbi kepada Bupati Puncak Jaya Yuni Winda. Acara penyerahan tersebut dihadiri Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo, Kapolres Mulia AKBP Mikael Surada, Dansattis Mulia Mayor Inf Gilang Nugraha, dan sejumlah pejabat penting daerah setempat.

Agus Sunaryo mengatakan penyerahan senjata api tidak diserahkan langsung oleh Tendison Enumbi, sebab yang bersangkutan mengakami kecelakaan berupa tertembak oleh senjata yang hendak diserahkanya itu.

Agus pun menjelaskan kronologi Tendison tertembang senjatanya sendiri. "Jadi ini dimulai pada Rabu 17 Juni 2020, tanya bersangkutan mengutarakan niatnya untuk menyerahkan senjata, dan meminta dijemput di Kampung Mewoluk. Namun kami kemudian sepakati di Kota Mulia," ujar Agus pada Rabu (24/6/2020) siang.

Baca Juga: Lagi, KKB Papua Tembak Warga Sipil hingga Tewas 

Lanjut dia, pada Kamis 18 Juni 2020 Tendison berangkat ke dari Kampung ke Kota Mulai, namun dalam perjalanan terjadi kecelakaan.

"Saat menyebrang di Sungai Mewoluk, Tendison terjatuh dan menyebabkan pistol yang di bawa meletus dan mengenai dibawah Pinggang kanan, tembus betis kaki kanan," kata Agus.

Atas kejadian itu, Tendison mendapat bantuan dari masyarakat yang mendengar letusan pistol tersebut. Warga segera berlari ke sumber letusan di Sungai Mewoluk.

"Masyarakat yang membawa korban bertemu dengan Wakil Ketua Klasis di kebun jagung di kampung itu, selanjutnya Wakil Ketua Klasis mengajak korban ke Kota Mulia untuk berobat dengan syarat senjata harus dibawa dan diserahkan ke pemerintah," paparnya.

Agus menceritakan ulang percakapan antara Tendison dan pihak Klasis, bahwa Tendison kemudian menyetujui untuk berobat ke Mulia, termasuk membawa senjata api untuk diserahkan kepada pemerintah.

Baca Juga: KKB Klaim Serang 4 Pos TNI-Polri di Nduga, Polda Papua Sebut Hoaks 

"Jadi saat itu Tendison bersama pengikutnya lagi, namun disampaikan tidak usah mengikuti dia, dan akhirnya pengikutnya membubarkan diri. Tendison sudah dirawat di RSUD Mulia, dan telah dilakukan tindakan medis," tutur Agus.

Sementara penyerahan senjata tetap dilakukan oleh pihak keluarga kepada Pemda Puncak Jaya sekitar pukul 19.15 WIT di kediaman bupati setempat.

"Penyerahan senjata secara resmi dari Tendison yang diwakili oleh keluarga ke pemerintah yaitu Bapak Bupati Puncak Jaya selanjutnya diserahkan ke TNI/Polri, dan hari Senin kemarin (22/6/2020) telah dilakukan acara penyerahan di Alun-alun Roh Kudus Kabupaten Puncak Jaya," ucap Agus.

Dikatakan lagi, upaya Kodim 1714/PJ untuk penyerahan senjata sudah dilakukan sekitar sebulan. Komunikasi intens dilakukan hingga Tendison Enumbi mau menyerahkan senjatanya.

"Sudah sebulan kita lakukan komunikasi. Dan ya berhasil. Hanya kita juga prihatin dengan musibah yang dialami Tendison. Namun semua biaya perawatan ditanggung pemerintah. Semoga lekas sembuh," pungkasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini