Kak Seto: Selama Belajar di Rumah, Orangtua Harus Membuat Anak Merasa Nyaman

Yaomi Suhayatmi, · Rabu 24 Juni 2020 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 65 2235674 dr-seto-mulyadi-s-psi-m-si-selama-belajar-di-rumah-orang-tua-harus-membuat-anak-merasa-nyaman-UsCNGwwoHT.jpg Foto : Dok Universitas Gundarama

JAKARTA- Pandemi Covid-19 masih terjadi hingga saat ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap memprioritaskan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau school from home (SFH). Hal ini bertujuan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19.

Pembelajaran jarak jauh atau secara daring, tentunya memberikan dampak tersendiri terhadap kegiatan belajar mengajar. Tak hanya itu, PJJ juga ternyata memberikan dampak psikologis bagi para orang tua dan murid. Anak sekolah khususnya, selama belajar di rumah, mendapat perhatian tersendiri dari Ketua Komisi Perlindungan Anak, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si.

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini mengatakan, salah satu dampak psikologis yang sering sekali dialami anak adalah rasa jenuh. “Anak umumnya terbiasa dengan belajar di sekolah. Mereka merasa bosan dan jenuh dengan sistem pembelajaran jarak jauh,” jelasnya saat ditemui di Kampus D, Universitas Gunadarma, Depok, Senin (22/6/2020).

Dosen Psikologi di Universitas Gunadarma ini menambahkan, rasa bosan pada anak nantinya bisa berdampak terhadap tindak kekerasan jika para orang tua salah dalam mendampingi anak belajar di rumah. Kemampuan kecerdasan anak akan menurun jika terjadi berbagai tindak kekerasan.

Seorang anak yang mulai merasa bosan akan berontak. Nah, anak yang berontak ini lalu dibentak atau dimarahi. Menurutnya, hal ini jangan sampai terjadi pada saat anak belajar dari rumah saja.

Dalam menjalani aktivitas belajar di rumah memang diperlukan kreativitas dari para orang tua. Sehingga anak merasa nyaman dan tidak terbebani. Membentuk mental anak juga menjadi tanggung jawab orang tua. “Perlu diingat bahwa orang tua adalah guru pertama dan rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Ciptakan suasana nyaman, tenang, dan tanpa tekanan kepada anak selama belajar di rumah,” jelasnya.

Memperkuat mental anak juga diperlukan dalam hal ini, namun semua harus dimulai dari orang tua terlebih dahulu. Ia juga mengimbau, orang tua harus selalu GEMBIRA, yakni Gerak, Emosi Cerdas, Merepresentasikan makan dan minum sehat, Beribadah, Istirahat cukup, Rukun, dan Aktif.

Pria kelahiran Klaten ini mengimbau para orang tua untuk tetap mendampingi anak selama belajar di rumah. "Rumah yang penuh kasih sayang, perhatian individual dan sebagainya. Kalau ini dipertahankan semuanya akan optimal," ujarnya.

Peran orang tua untuk menggantikan peran guru dan teman di sekolah selama belajar di rumah juga tak kalah penting. Menurutnya, menjadi sahabat anak merupakan kunci utama. Dengan begitu, anak-anak dapat dengan gembira dan berprestasi.

“Dengan demikian dampaknya adalah anak-anak yang belajar dengan gembira, prestasi akademiknya juga meningkat. Jadilah sahabat terbaik bagi putra putri tercinta," pungkasnya.

Kak Seto juga mengungkapkan, saat ini semua institusi pendidikan harus bisa mengambil hikmahnya dalam masa pademi covid 19. Kampus juga pasti telah menyiapkan jauh-jauh hari, sehingga jangan sampai siswa maupun mahasiswa baru ini dituntut untuk mengejar target kurikulum seperti biasanya.

Menurutnya, kurikulum sekarang ini kurikulum darurat karena keadaannya darurat. Sehingga jangan sampai siswa dituntut untuk mengejar target kurikulum yang normal. CM

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini