Polisi Iran Tangkap Tiga Pria yang Jual Bayi di Instagram

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 25 Juni 2020 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 18 2236107 polisi-iran-tangkap-tiga-pria-yang-jual-bayi-di-instagram-hFfsIIvq4u.jpg Foto: Reuters.

TEHERAN – Tiga pria di Iran telah ditangkap karena dicurigai mencoba menjual dua bayi di Instagram.

Kepala polisi Teheran, Brigjen Hossein Rahimi mengatakan bahwa salah satu dari bayi-bayi itu berumur 20 hari, sementara yang lainnya berumur dua bulan. Kedua bayi itu telah dibeli seharga USD500 (sekira Rp7,1 juta), dan dijual kembali dengan harga antara USD2.000 dan USD2.500 (Rp28,5 juta dan Rp35,6 juta).

Salah satu dari mereka yang ditangkap diduga mengatakan dia "mendapatkan bayi dari keluarga miskin" dan "menyerahkan mereka kepada keluarga yang bisa memberikan masa depan yang lebih baik".

Brigjen Rahimi mengatakan kepada media setempat bahwa petugas polisi mendapat laporan tentang "iklan di Instagram untuk menjual bayi".

Dia mengatakan, para petugas menemukan "10 hingga 15 halaman serupa itu" pada layanan berbagi foto tersebut dan menemukan dua bayi dengan tiga pria yang ditangkap. Bayi-bayi itu diserahkan ke pelayanan sosial.

Para tersangka mengklaim bahwa mereka telah membeli bayi-bayi itu dari keluarga miskin dengan bayaran yang murah, kata Brigjen Rahimi dalam keterangan yang dilansir BBC.

Dalam sebuah video yang diterbitkan oleh kantor berita Young Journalists' Club, salah seorang dari mereka berkata: "Ini akan membantu bayi-bayi ini memiliki masa depan yang lebih baik."

Ini bukan kasus pertama yang ditemukan oleh pihak berwenang di Iran.

Awal tahun ini, polisi di Provinsi Gorgan mengatakan mereka telah menangkap empat wanita dan seorang pria yang diduga telah menemukan wanita hamil miskin dan membayar biaya rumah sakit mereka, kemudian mengambil bayi mereka setelah mereka melahirkan.

Pada 2016, Wakil Presiden untuk Urusan Keluarga dan Wanita Shahindokht Molaverdi menyatakan keprihatinan atas apa yang dia katakan sebagai "jumlah" ibu hamil yang menjual bayi mereka.

Dia mengatakan perempuan dipaksa untuk melakukannya oleh "berbagai faktor", termasuk kemiskinan, kecanduan narkoba, pernikahan anak dan tunawisma.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini