Selama Pandemi Corona, 144 Ribu Jiwa Warga Kota Padang Jatuh Miskin

Rus Akbar, Okezone · Senin 29 Juni 2020 09:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 340 2237970 selama-pandemi-corona-144-ribu-jiwa-warga-kota-padang-jatuh-miskin-JOb0PtzgSO.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

PADANG - Selama Kota Padang, Sumatera Barat menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) waktu pandemi Covid-19 ada sebanyak 144 ribu jiwa warga Kota Padang ini mengalami kemiskinan, hal itu dikatakan Kepala Dinsos Kota Padang Arfiadi, Senin (29/6/2020).

“Sebelum pandemi, total warga miskin di Kota Padang tercatat sebanyak 240 ribu jiwa ini berdasarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), selama masa pandemi ada terjadi penambahan sebanyak 144 ribu, maka jumlah warga Padang kategori miskini kini mencapai 384 orang,” ungkap Arfiadi.

Katanya, umumnya jumlah penduduk miskin karena usaha mereka terhenti sejak penerapan PSBB di sejumlah daerah. Sehingga aktivitas usaha semakin lesu dan muncul penambahan penduduk miskin.

Dengan diterapkan new normal kata Arfiadi, di Kota Padang ada terjadi pergerakan ekonomi warga termasuk dunia usaha. “Tapi walaupun penerapan pola hidup baru sudah dan sedang dilakukan di Kota Padang, protokol kesehatan kesehatan harus tetap dilaksanakan untuk mencegah penyebaran virus covid-19,” ujarnya

Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi menyebut, sejauh ini Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota Padang sudah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 untuk masyarakat Kota Padang sebesar Rp77 miliar lebih, dengan jumlah penerima sebanyak 116.135 Kepala Keluarga (KK).

Alokasi BST tersebut bersumber dari Kementrian Sosial (Kemensos) sebesar Rp17 miliar lebih dengan jumlah penerima sebanyak 28.594 KK, dengan jumlah bantuan masing-masing KK sebesar Rp600 ribu

Sementara dari Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp16 miliar lebih dengan jumlah penerima sebanyak 13.415 KK, dengan jumlah bantuan sebesar Rp.1,2 juta dan dari Kota Padang sebesar Rp. 44 milyar lebih dengan jumlah penerima sebanyak 74.126 KK dengan bantuan sebesar Rp600 ribu

“Data penerima BST Kemensos sebanyak 28.594 KK tersebut terdiri dari 18.096 KK dari Basis Data Terpadu (BDT) dan non BDT sebanyak 10.498 KK. Sementara untuk data penerima provinsi dan Kota Padang adalah dari non BDT” jelas Wako yang didampingi Kepala Dinas Sosial Afriadi.

Mengingat banyaknya data yang dikumpulkan dalam waktu yang mendesak, tidak tertutup kemungkinan adanya data ganda dan lain sebagainya, untuk itu pihaknya sudah mengirim surat melalui kecamatan dan kelurahan tentang pengembalian dana bagi penerima data ganda.

“Alhamdulillah, dari Rp44 milyar lebih yang disalurkan Pemko Padang kemasyarakat, sebanyak Rp6,5 miliar lebih dana dari penerima data ganda sudah kembali ke APBD Kota Padang, dengan jumlah data ganda sebanyak 8.433 KK,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi menambahkan lagi, selain bantuan dari pemerintah, masyarakat Kota Padang juga menerima bantuan dari lembaga-lembaga volentir dan organisasi sosial.

"Secara keseluruhan warga Kota Padang yang terdampak sosial ekonominya akibat pandemi Covid-19 sekitar 144 ribu KK. Sementara yang tercover bantuan pemerintah baru 116.135 KK. Menutupi kekurangan-kekurangan ini, kita dibantu oleh 10 LAZ di Kota Padang, BUMN/BUMD dan para pengusaha yang ada di Kota Padang. Alhamdulillah, bantuan tersebut sudah selesai kita salurkan dan dapat meringankan beban masyarakat Kota Padang," imbuhnya.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang belum menerima bantuan untuk segera melaporkan ke RT/RW setempat. Nanti datanya akan difalidasi oleh kelurahan dan disampaikan kepada dinas sosial.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini