Buru Pengebom Bunuh Diri, Empat Tentara Filipina Tewas Ditembak Polisi

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 10:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 18 2238649 buru-pengebom-bunuh-diri-empat-tentara-filipina-tewas-ditembak-polisi-YOQYnCISTG.jpg Foto: AFP.

MANILA - Empat tentara tentara, termasuk dua perwira, yang berusaha menemukan seorang tersangka kasus bom bunuh diri di selatan Filipina yang bergejolak telah ditembak dan dibunuh oleh polisi yang mencurigai mereka sebagai penjahat.

Komandan Militer Regional Filipina, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana meminta Biro Investigasi Nasional untuk menyelidiki pembunuhan yang terjadi di Kota Jolo itu karena ada berbagai keterangan yang bertentangan tentang apa yang terjadi. Namun, Sobejana mengatakan bahwa dia mendukung para perwira yang terbunuh, mengatakan bahwa mereka ā€œsedang melakukan pekerjaan mereka.ā€

"Apa pun alasannya, mereka ditembak oleh polisi," kata Sobejana kepada wartawan sebagaimana dilansir AP. "Kami sedang menyelidiki itu."

Sebuah laporan awal militer dan keterangan dari dua perwira militer mengatakan bahwa empat orang intelijen tentara, termasuk seorang mayor dan seorang kapten, sedang berusaha untuk menemukan seorang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri asing yang diyakini bersama para gerilyawan Abu Sayyaf setempat, ketika kendaraan mereka dihentikan di sebuah pos pemeriksaan polisi di Jolo.

Para petugas intelijen militer mengidentifikasi diri mereka ke polisi tetapi kemudian ditembaki, demikian menurut laporan militer.

Seorang perwira militer yang memiliki informasi mengenai apa yang terjadi mengatakan bahwa setelah mengidentifikasi diri mereka ke polisi, para prajurit intelijen tentara pergi tetapi dibuntuti oleh sebuah van polisi. Merasa bahwa mereka sedang diikuti, para prajurit menghentikan kendaraan mereka dan salah satu petugas keluar dengan kedua tangan terangkat, tampaknya untuk menunjukkan bahwa ia tidak memiliki niat bermusuhan.

Tetapi para polisi melepaskan tembakan dan membunuh keempat prajurit itu dengan alasan yang tidak dapat dijelaskan, kata perwira militer yang tidak mau disebutkan namanya itu. Ketika polisi pergi, perwira militer lainnya tiba dan menemukan rekan mereka sudah mati.

Namun laporan awal polisi menyebutkan keterangan yang berbeda.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Polisi Jolo sedang berpatroli dengan agen-agen antinarkoba di Desa Bus-Bus, Jolo a ketika mereka melihat kendaraan dengan "empat pria bersenjata" yang mereka hentikan. Keempat orang itu diarahkan untuk pergi ke kantor polisi Jolo "untuk verifikasi" tetapi ketika mereka tiba di sana, "orang-orang itu melarikan diri".

Polisi melakukan pengejaran, dan keempat orang itu keluar mobil sambil mengarahkan senjata. Laporan itu menyebutkan bahwa sebelum para tentara sempat menarik pelatuk, polisi berhasil menembak mati mereka.

Ribuan tentara telah dikerahkan ke Provinsi Sulu yang mayoritas Muslim, di mana Jolo adalah ibu kotanya, dalam beberapa tahun terakhir atas perintah Presiden Rodrigo Duterte untuk mencoba menghabisi Abu Sayyaf. Kelompok yang beranggotakan beberapa ratus militan itu telah dicap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Filipina untuk pemboman, penculikan tebusan dan pemenggalan.

Abu Sayyaf, yang berafiliasi dengan Negara Islam (IS) telah melemah karena kekalahan dalam serangkaian pertempuran dan pertikaian internal tetapi tetap menjadi ancaman keamanan nasional.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini