Sidak Verifikasi PPDB di SMA 3, Ganjar : Ada Kecurangan, Coret

Agregasi Sindonews.com, · Kamis 02 Juli 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 65 2240081 sidak-verifikasi-ppdb-di-sma-3-ganjar-ada-kecurangan-coret-mNh16LVEWz.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek proses daftar ulang PPDB 2020/2021 di SMAN 3 Semarang, Kamis (2/7/2020). (Dok Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengecek proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 3 Semarang, untuk melihat proses validasi dan verifikasi data faktual, Kamis (2/7/2020).

Ia mengecek proses validasi dan verifikasi data. Tak hanya itu, Ganjar juga memantau penerapan protokol kesehatan di sekolah itu.

Di tempat itu, Ganjar melihat tidak ada kerumunan orang tua maupun calon siswa. Mereka semua tertib mengantre, baik saat proses pengecekan data awal sampai akhir. Untuk memecah kerumunan, pihak sekolah memperbanyak ruangan untuk proses validasi.

"Sekarang kita mulai proses terus-menerus. Saya hanya ingin memastikan, protokol kesehatannya disiapkan agar tidak berkerumun serta proses verifikasi faktualnya juga harus ketat dengan harapan data yang masuk benar adanya," kata Ganjar, melansir Sindonews.

Ia mengatakan, seluruh guru di SMA/SMK se-Jateng dioptimalkan dalam proses pemeriksaan itu. Dengan begitu, clearence data diharapkan dapat dilakukan sehingga tak ada lagi unsur manipulasi maupun kebohongan.

"Kami ingin menciptakan integritas. Jadi, kalau ada yang mengatakan PPDB di Jateng lama dan terkesan bertele-tele, itu sebenarnya tidak benar. Kami sedang berhati-hati soal ini," ucapnya.

Dia menyebutkan, sudah ada temuan pelanggaran PPDB. Sejak awal pendaftaran, temuan-temuan pelanggaran soal integritas sudah ditemukan.

"Temuan sudah ada, jumlahnya saya belum mendapat laporan. Kalau yang awal-awal kita kasih peringatan, tapi kalau temuannya saat validasi dan verifikasi ini, kami sudah berkomitmen dengan jelas. Mohon maaf, kalau nanti terdapat pelanggaran, kami coret langsung," katanya.

Ketegasan Ganjar soal integritas dalam PPDB didukung orangtua dan calon siswa. Menurut mereka, apabila ada orangtua atau calon siswa yang memalsukan data demi bisa sekolah di SMA tertentu, harus disanksi.

"Prihatin ya, di zaman sekarang masih ada yang ngakalin (berbuat curang) seperti itu. Ini harus diperhatikan, karena ini sikap dan akan menjadi keteladanan. Kalau masih kecil anaknya diajarin seperti itu, ke depan akan jadi apa," kata Agus Prasetyo, orangtua siswa asal Plombokan Semarang.

Hal senada disampaikan Ahmad Fadhil, calon siswa di SMAN 3 Semarang. Menurutnya, kalau ada yang memalsukan data, harus didiskualifikasi.


Baca Juga : Siswa Nyaris Gagal Lolos PPDB Gara-Gara Titik Kordinat Rumahnya di Laut China Selatan

"Itu kurang baik. Kalau sekarang saja anaknya diajari seperti itu, nanti besar gimana? Kan tambah rusak. Kalau ditemukan ada yang palsu, di diskualifikasi saja," katanya.

Fadhil yang masuk SMAN 3 Semarang melalui jalur prestasi ini mengingatkan kepada kawan-kawannya untuk selalu jujur. Menurutnya, kejujuran akan menuntun semuanya ke jalan yang benar.

Baca Juga : PPDB Jateng Ditutup, 1.007 Pendaftar Terindikasi Gunakan Dokumen Palsu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini