Curhat Penumpang Terbang di Tengah Pandemi Covid-19, Biaya Rapid Test Dinilai Mahal

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 03 Juli 2020 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 519 2240793 curhat-penumpang-terbang-di-tengah-pandemi-covid-19-biaya-rapid-test-dinilai-mahal-mY656bXqzL.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

SIDOARJO – Berdasarkan data PT Angkasa Pura 1 Surabaya, pada 2-3 hari terakhir ini jumlah penumpang berangkat melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya mencapai 8.000 orang per hari.

Di tengah semakin meningkatnya penggunaan pesawat, sebagian calon penumpang mengeluhkan biaya rapi test. Rapid test harus dilakukan sebagai salah satu persyaratan terbang di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Pantauan di lokasi, suasana Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Jumat (3/7/2020) tampak lebih ramai dibanding biasanya.

Baca Juga: Berangkat dari Bandara Soetta, Satu Penumpang Garuda Tujuan Sorong Kedapatan Positif Covid-19 

Mereka yang terbang ini tidak hanya para pekerja, namun juga sejumlah mahasiswa yang akan melakukan perjalanan studi atau warga yang pulang kampung ke sejumlah daerah di Indonesia.

Dari sejumlah penerbangan melalui Bandara Juanda ini, didominasi untuk penerbangan tujuan Jakarta, Makassar, Padang, dan Lombok.

Nah, untuk setiap calon penumpang pesawat yang akan melakukan rapid test di area bandara dikenakan biaya Rp290.000 per orang. Dengan kondisi ini, calon penumpang tidak bisa berbuat banyak karena memang hasil rapid test itu diperlukan sebagai salah satu persyaratan utama untuk terbang di tengah pandemi COVID-19 ini.

Salah satu calon penumpang tujuan Surabaya-Padang, Yudhi mengatakan dirinya sebenarnya merasa biaya rapid test Rp290.000 cukup mahal.

“Saya mau ke Padang, kalau keberatan biaya rapid test ya keberatan, tapi mau gimana lagi,” demikian curhatnya sebagaimana dikutip dari Sindonews.

Baca Juga:  Curhat Penumpang Pesawat Terbang kala Pandemi Covid-19: Biaya Mahal, Hati Makin Deg-degan

Calon penumpang lainnya, Sonny, mengaku akan terbang ke Jakarta, dia berharap seharusnya ada subsudi pemerintah untuk biaya rapid test.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini